Kasi Kurikulum Dinas pendidikan kota Palembang, Hamsir

PALEMBANG,HS – Pasca munculnya keluhan dari kalangan orang tua yang resah akan pembelajaran yang terdapat dalam buku buku pembelajaran bahasa dan bersastra SMP kelas 8 yang dilaporkan mengandung cerita percintaan yang sifatnya tidak mendidik siswa.Dinas pendidikan kota Palembang tengah mengkaji sekaligus mendata penyebaran buku tersebut.

Kasi Kurikulum Dinas pendidikan kota Palembang, Hamsir mengungkapkan, saat ini pihaknya telah memanggil guru serta kepala sekolah SMP N 15 yang menjadi tempat penemuan buku tersebut beredar.

” Guru kita panggil hari ini bersama kepsek, kita ingin menanyakan dahulu mengenai isi konten materi cerita. Nantinya dari hasil kajian inilah akan kita jadikan laporan ke kementerian pusat,” ujarnya.

Lebih Jauh Hamsir mengatakan, buku yang bermasalah tersebut merupakan buku sekolah eletronik (BSE) pemberian pemerintah pusat. Dimana sekolah yang menerima langsung dari pusat, bukan pihak disdik kota yang menyebarkan sehingga perlu waktu untuk menariknya.

” Kita belum tau sekolah mana yang menggunakan, karena buku BSE banyak macam sehingga tidak hanya satu saja ditiap mata pelajaran. Apalagi mengingat, buku ini bisa didownload oleh setiap sekolah,” jawabnya.

Apalagi, dikatakan Hamsir kejadian buku ini merupakan yang pertama kali muncul. Sehingga pihaknya membutuhkan waktu untuk menyelesaikan permasalahan yang ada terkait penyebarannya.
Intinya, Hamsir menuturkan, buku ini akan diminta untuk segera ditarik oleh kementerian jika telah didata peredaran.Khususnya dengan melaporkan kepada pihak pusdok selaku penerbit buku BSE.

” Jika semua terdata, buku tidak diharuskan untuk dipakai lagi, sembari ada keputusan dari pusat untuk menariknya. Sebab disinyalir buku bisa dipakai oleh seluruh SMP/MTS di Indonesia,” ujarnya

Target dalam seminggu ini akan selesai, nanti usai pemanggilan guru dan kepsek sekolah, para pengawas disetiap sekolah akan ditugaskan untuk mengecek buku tersebut,” pungkasnya.(HSN)
.

.