PALEMBANG,HS – Dalam rangka melakukan tindak lanjut program lokakarya Kepala Sekolah ke Eropa beberapa minggu lalu, Sebanyak 22 orang warga sekokah yang terdiri dari siswa, guru dan kepala sekolah (kasek) jenjang sekokah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) se – Sumatera Selatan (Sumsel) akan berangkat ke eropa.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, Drs. Widodo,M.Pd mengatakan, dari 22 orang tersebut pada tahapan pertama akan berangkat ke Internasional Manajemen Institut (IMI) di Swiss pada Juni mendatang. 22 orang tersebut akan belajar tentang hospitality (parawisata, tourism, restoran dan perhotelan) serta mapel yang diujikan secara internasional yakni sains (fisika, matematika, kimia dan biologi).

“Mereka akan belajar di IMI minimal selama satu minggu dan maksimal selama enam bulan,” ujarnya, Rabu (22/3).

Dari jumlah pengiriman siswa, guru dan kasek ini, kata Widodo, pada tahun berikutnya bisa saja bertambah dan berkurang jumlahnya karena disesuaikan dengan keadaan dsn permintaan dari pihak yang dikunjungi setelah pengiriman pada tahapan pertama baik ke Swiss maupun ke Paris.

“Untuk ke Paris, saat ini belum bisa dikirim karena Paris belum siap untuk dikunjungi pada bulan Juni, namun akan dijadwalkan pada akhir Agustus atau awal September 2017,” ucapnya.

Ditambahkan Widodo, siswa, guru dan kasek yang berangkat ini diprioritaskan yang siap saja, baik secara mental, finansial dan nilai akademiknya. Saat ini saja, Widodo mengaku sejumlah warga sekolah yang akan berangkat sudah ada namun masih akan dilakukan pendataan lagi secara rinci, khususnya untuk siswa disarankan yang masih kelas X dan XI saja karena kelas XII difokuskan untuk ujian.

“Masalah biaya, orang yang berangkat hanya menyiapkan tiket pulang pergi dan visa saja. Biaya saat di lokasi lokakarya ditanggung oleh pihak yang dikunjungi dan begitupun sebaliknya jika ada warga sekolah dari Eropa ke Sumsel,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 3 Palembang, Dra. Hj.Hernawati,MM mengatakan, pihaknya sendiri telah menyiapkan satu orang guru. Guru ini menguasai bahasa Perancis dan bahasa Inggris dan dia sudah siap untuk dikirim.

Guru inilah yang akan diusulkan untuk di kirim ke IMI di Swiss pada Juni mendatang, dia juga sudah menyatakan kesiapannya baik secara materi maupun penguasaan bahasa dan financial, ” pungkasnya (HSN)