PALEMBANG, HS – Pandemi covid-19 di Indonesia masih belum bisa dikendalikan. Seluruh lapisan kehidupan mengalami dampak yang luar biasa. Tidak terkecuali dunia pendidikan.

Dalam rangka pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat covid-19 perlu dibentuk Pos Pendidikan yang bertugas sebagai sekretariat penanganan darurat covid-19 bidang pendidikan. Pos Pendidikan ini merupakan bagian dari Gugus Tugas Covid-19 di daerah.

Dinas Pendidikan provinsi Sumatera Selatan, Rabu (20/5) mengadakan rapat koordinasi pembentukan Pos Pendidikan Penanganan Darurat Covid-19 bersama jajaran pejabat disdik dan beberapa kepala sekolah, yang lansung dipimpin Kepala Dinas, Drs. H. Riza Fahlevi, MM. Dalam rapat tersebut disampaikan tentang tugas Pos Pendidikan yaitu:
1. Melakukan koordinasi dengan gugus tugas penanganan Covid-19 beserta instansi terkait lainnya.
2. Melaksanakan koordinasi dengan kemendikbud
3. Melakukan pendataan warga satuan pendidikan terpapar covid-19 (ODP, PDP, terkonfirmasi positip).
4. Menyusun dan menetapkan kebijakan
pendidikan selama masa darurat covid-19.
5. Mempasilitasi pembelajaran daring/luring.
6. Memantau dan menengevaluasi pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) oleh satuan pendidikan.

Pos Pendidikan ini juga berperan aktif dalam penyebaran informasi dan edukasi pencegahan covid-19

“Kita harus berperan aktif dalam upaya membantu pemerintah dalam penanganan darurat covid-19 dengan memberi informasi dan edukasi untuk mematuhi protokol kesehatan”, ujarnya

Pada kesempatan itu H Riza Fahlevi menyampaian dalam era darurat covid-19 harus tetap semangat. Proses pendidikan harus tetap berjalan. “Proses pendidikan tidak boleh stagnan. Proses pendidikan dapat dilakukan dengan Belajar Dari Rumah (BDR) baik secara daring maupun luring”, tutupnya. (M.yasin)