Foto : Kadisdik Sumsel Reza Pahlevi

PALEMBANG,HS – Dinas Pendidikan Sumsel memastikan program sekolah gratis (PSG) di Sumatera Selatan tetap ada dan berjalan pada tahun 2020 mendatang. Hal ini diungkapkan Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Drs Riza Pahlevi MM

Menurutnya, program sekolah gratis yang telah bergulir selama ini tetap akan berlangsung pada tahu 2020 nanti.

“Sekolah gratis di Sumsel tetap ada, tidak ada pungutan lainnya. Tetapi orangtua yang mampu, diperkenankan mau memberikan sumbangan ke sekolah dengan nominal berapapun,” katanya

Ia juga menegaskan, sumbangan tersebut sifatnya sukarela dan tidak terjadwal serta tidak mematok nominal tertentu.

“Sifatnya sukarela dan hanya diperkenankan bagi orangtua yang mampu saja, tidak ada paksaan,” ujarnya.

Terlebih, kata dia, besarannya tak ditentukan, tidak mengikat dan waktunya tak ditentukan. Dalam penggalangan dana yang tidak ditentukan tersebut, komite sekolah harus membuat proposal yang diketahui oleh sekolah sebelum melakukan penggalangan dana dan sumber dana pendidikan lainnya dari masyarakat.

“Selain itu, hasil penggalangan dana harus dibukukan pada rekening bersama antara komite sekolah. Ada perbedaan antara sumbangan dan pungutan, sumbangan adalah pemberian berupa uang atau barang atau jasa oleh peserta didik. Orangtua atau walinya baik perseorangan maupun bersama-sama, masyarakat atau lembaga secara sukarela, dan tidak mengikat satuan pendidikan. Sedangkan pungutan yakni penerimaan biaya pendidikan baik berupa uang dan atau barang atau jasa,” terangnya.

“Dari dana yang diberikan wali murid tersebut agar tidak menimbulkan permasalahan wajib dilaporkan kembali kepada wali murid dan dibuat pembukuannya, istilah lain dibuat laporan agar transparan,” tambahnya