PALEMBANG, HS – Jelang ditetapkannya batas waktu perekaman e-KTP oleh Kementerian Dalam Negeri pada 30 September mendatang, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palembang terus berupaya untuk mengajak warga melakukan perekaman.

Salah satu program yang tengah digeber yakni jemput bola dengan melakukan perekaman terhadap siswa yang telah berusia 17 tahun di sekolah-sekolah yang ada di Kota Palembang.

Pada perekaman jemput bola, Rabu (31/8), pihak Disdukcapil bertugas melakukan perekaman di SMA Methodist I Jalan Jendral Sudirman Palembang. Di sana, para siswa yang telah memiliki usia cukup nampak antusias mengikuti setiap tahapan perekaman. Mulai dari perekamann sidik jari, scanning mata hingga pembuatan pas foto.

Yesika, salah seorang siswa SMA Methodist I Palembang mengatakan, sebagai warga negara yang baik sudah sepatutnya ia mengikuti perintah pemerintah untuk melakukan perekaman. Apalagi saat ini sudah dideadline oleh Mendagri.

“Umur saya juga sudah cukup, jadi memang wajib memiliki e-KTP. Apalagi itu kan banyak gunanya untuk keperluan sehari-hari,” kata dia usai melakukan perekaman.

Senada, Yoseph siswa lainnya mengaku tidak keberatan untuk membuat e-KTP . Baginya identitas tersebut sangatlah penting. Terlebih, e-KTP itu akan digunakannya jika mengurus proses masuk kuliah nanti.

“Kalau tidak ada e-KTP ya susah kan ngurus kuliah nanti. Jadi e-KTP sangat penting dan bermanfaat,” ujar Yoseph.

Kadisdukcapil Palembang, Ali Subri menjelaskan kegiatan ini merupakan kerjasama antara pihak Dispora dan Disdukcapil Palembang untuk melakukan perekaman terhadap siswa-siswa dengan melakukan sistem jemput bola, Ali mengaku hal itu sangatlah efektif. Sebab, pihaknya bisa mendata dan melakukan proses perekaman secara langsung.

“Efektif sekali sistem jemput bola ini. Jadi siswa yang usianya sudah cukup tidak punya alasan lagi enggan merekam e-KTP,” jelas Ali.

Ia mengungkapkan, perekaman untuk kalangan pelajar ini mematok 52 sekolah SMA/SMK sederajat di Palembang. Hingga saat ini pihaknya sudah melakukan perekaman di 30 sekolah. Dari data yg tercatat, jumlah siswa yang melakukan perekaman tertinggi mencapai 120 siswa dan yang paling rendah sebanyak 30 siswa.

“Sebenarnya program ini sudah berlangsung sejak lama. Namun, karena menindaklanjuti surat dari Mendagri jadi terus kita geber hingga tepat waktu semua perekaman warga Palembang,” bebernya. (UDI)