PALEMBANG,HS – Banyaknya keluhan dari pelanggan kartu provider, saat ingin mencocokkan data atau registerasi kartu baik dari kartu keluarga (KK) maupun nomor induk kependudukan (NIK), sedikit menyusahkan bagi sebagaian warga. 

Kesulitan pelanggan ini seperti hendak meregistrasi kartu perdana atau registrasi ulang mengharus menggunakan NIK dan KK agar kartu tersebut bisa digunakan atau diaktifkan. 

Sekretaris Dinas (Sekdis) Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Santi Zahara mengakui, memang saat meregistrasi kartu perdana provider kerap bermasalah, hal ini lantaran perusahaan komunikasi tersebut mengambil data dari pusat atau Dirjen Adminduk yang update hanya sebatas pada saat itu. 

Dari itu, kata Santi, hal inilah yang memang menimbulkan data NIK dan KK sering tidak valid karena sewaktu-waktu bisa saja berubah, seperti masyarakat yang pindah rumah atau telah meninggal.

“Sedangkan pelayanan Disdukcapil selalu update, kalau NIK pada KTP tidak bisa berubah, tapi nomor KK bisa berubah, nah disanalah biasanya data jadi tidak sinkron. Namun, semua iti pelanggan jangan khawatir untuk melakukan registrasi bisa langsung saja datang ke Dukcapil dan akan langsung kami perbaharui,” ujarnya Sabtu (25/8/2018).

Menurutnya, sistem provider perusahaan komunikasi ini menggunakan update data lama dari pusat, sehingga apabila ada perbedaan di daerah tentu data pengguna menjadi terbaca pada sistem meskipun tidak pindah rumah.

Untuk itu, lanjut Santi, perusahaan harus bekerja sama dengan dinas di daerah masing-masing agar memudahkan update data terbaru dari kependudukan dan tidak menyusahkan serta bisa saling berkoordinasi.

“Provider komunikasi update datanya hanya sekali, karena mereka minta datanya di Pusat dan pelayanan Dukcapil daerah harus update. Jadi apabila pelanggan masih ada kendala bisa langsung saja datang ke Dukcapil atau ke kantor providernya,” jelasnya. 

Mengenai aduan, lanjut Santi, pihaknya sebenarnya telah menyiapkan program kepada pelanggan. Namun, nampaknya hal tersbut belum efektif lantaran sistemnya juga kerap kali mengalami gangguan. Jadi, apabila buru-buru menggunakan kartu perdana, silahkan mendatangi petugas secara langsung.

“Hot line layanan kami sering gangguan, jadi silahkan saja menumui petugas langsung dan prosesnya juga cepat tidak perlu antre berlama-lama,” tutupnya