PALENBANG,HS – Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan yang bekerja sama dengan pihak Kepolisian, menghentikan razia terhadap taksi online berdasarkan surat edaran dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub) RI tertanggal 20 Februari 2018.

Pengentian tersebut untuk menjaga situasi dilapangan tetap aman dan kondusip.

Hal dikatakan Kasi Angkutan pada Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel, Fansuri kamis (22/2/2018).

“Dalam surat Kemenhub tertulis bahwa penghentian penindakan taksi online ini lantaran untuk menjaga situasi di lapangan agar tetap kondusif dan aman,” ujarnya

Ia mengaku penghentian ini belum diketahui sampai kapan. Karena masih akan dibahas lagi.

“Jadi untuk sementara waktu kami hentikan sementara dulu razia taksi online,” pungkasnya

Ia juga menambahkan, razia taksi online dilakukan Dishub Sumsel dengan bekerjasama pihak kepolisian melalui operasi simpatik. Untuk Standar Operasional Prosedur (SOP) dikeluarkan langsung oleh Kemenhub pada 2 Februari lalu. Dalam SOP tersebut, kendaraan taksi online dianggap melanggar, salah satunya jika tidak memiliki izin sehingga akan diberikan sanksi administrasi. Namun, jika tetap tidak mematuhi maka akan diberikan sanksi tegas bahkan bisa saja dipidana jika ada pemalsuan.

“Dalam razia yang dilakukan ini tidak ada kendaraan yang terjaring oleh Dishub Sumsel. Namun, tidak menutup kemungkinan razia yang dilakukan pihak kepolisian,” tuturnya

Ia menambahkan, sejauh ini jumlah kendaraan yang telah melakukan uji teknis yakni sebanyak 24 unit dari total kuota kendaraan sebanyak 1000 unit.

“kami hanya mencatat jumlah kendaraan yang melakukan uji teknis saja sedangkan untuk pengajuan izin itu ada di PTSP Sumsel,” tutupnya