PALEMBANG,HS – Melonjaknya harga bahan pangan di sejumlah pasar yang ada di Kota Palembang membuat Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan dan Subdit I Industri Perdagangan dan Investasi (Indagsi) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumsel turun langsung untuk memeriksa harga sembako yang ada di pasar 16 ilir selasa (30/5),

Dalam sidak tersebut, khususnya untuk stok Bawang Putih asal Cina yang menjadi primadona masyarakat di kota palembang ini ternyata kosong semua di pasar. Sedangkan Bawang Putih asal India banyak, namun bawang tersebut kurang diminati masyarakat.

Rata-rata tiap pedagang banyak yang menjual Bawang Putih dari India, namun bawang itu memang kurang diminati dibandingkan dengan Bawang Putih dari Cina. Saat ini saja, dirinya memiliki stok bawang asal India tersebut hingga 30 ton.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel Agus menambahkan, melihat kondisi stok Bawang Putih asal Cina yang kosong di sejumlah pasar dan penggunaaan Bawang Merah dan Bawang Putih meningkat membuat pihaknya segera ke pusat.

“Kita akan mendatangi ke pusat untuk menemui Kementerian Perdagangan dan Pertanian agar dapat meminta kuota lebih untuk di Sumsel mengingat pemakian Bawang Merah dan Bawang Putih meningkat,” jelas dia.

Sementara itu, Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Ferry Harahap mengungkapkan, Tim Satgas Pangan dari kepolisian yang turun langsung ini untuk memiriksa stok dan harga sembako yang melambung di sejumlah pasar.

“Sidak hari ini kami ingin mencari rantai distribusi bawang dibagian mana yang mengakibatkan harga melonjak. Ternyata setelah kita cek memang stok sedang tak ada. Kurangnya dapat jatah bawang dari pusat membuat harga Bawang Putih mahal,” tegasnya (MDN)