PALEMBANG, HS – Sebanyak 80 sekolah menengah atas (SMA)/sederajat negeri dan swasta yang tediri dari 600 pelajar kelas X dan XI dari di Palembang ikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat kota.

Pelaksanaan seleksi ini sendiri berjalan selama empat hari sejak tanggal 21 Maret hingga 24 Maret yang dilangsungkan di aula serba guna SMAN 1 Palembang, dimana acara pembukaannya akan dilangsungkan tanggal 22/03 oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga langsung.
Ketua Pelaksana Seleksi Calon Anggota Paskibraka Palembang 2017 Nelly Elfita mengatakan, rangkaian kegiatan pada hari pertama diisi dengan psiko tes dan tes pengetahuan akademik (TPA), hari kedua yaitu acara pembukaan, parade, tes kesehatan dan wawancara, sedangkan hari ketiga merupakan kegiatan lanjutan dari hari kedua. Kemudian pada hari terakhir akan diadakan analisis hasil tes, pantohir dan penutupan.
“Dari total peserta ada 600 siswa dari 80 SMA N/S sederajat yang akan disaring menjadi 15 pasang Paskibraka utama dan tiga pasang cadangan. “Pesertanya 60 an persen laki-laki. Hasil tesnya nanti dikumpulkan secara kolektif, dimana pengurangan pesertanya akan dilakukan secara bertahap dan dilakukkan pada saat seleksi di hari kedua setelah tes kesehatan dari 600 peserta diambil 100 orang terbaik sehingga pada saat tes wawancara tidak terlalu banyak lagi pesertanya,” ulasnya setelah sesi Psiko tes berlangsung di aula serba guna SMAN 1 Palembang, Selasa (21/03).
Tim penilainya sendiri gabungan dari pihak TNI, Polri, Dinkes, PPI (Purna Paskibraka Indonesia), Dinas Pendidikan Palembang, Dinas Pemuda dan Olahraga serta pihak akademisi. Setelah didapatkan 18 pasang Paskibraka, lanjutnya, pada bulan Juli-Agustus nanti mereka akan mendapat pembinaan untuk persiapan upacara hari kemerdekaan 17 Agustus.

“Mereka tidak dipungut biaya sama sekali. Mereka saat pembinaan akan dikarantina kira-kira satu bulan lamanya. Tahun lalu mereka dikarantina di mess olga yang berlokasi di daerah Bukit Besar, Palembang,” tegasnya.
Selain itu, melalui kegiatan ini juga akan disaring tiga pasang Paskibraka yang bakal dikirim untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi. “Tahun lalu, ada lima perwakilan yang lolos di tingkat provinsi. Harapannya untuk tahun ini mereka bisa lulus ke tingkat nasional,” harapnya.
Sementara itu, Kasi Kepemimpinan Dispora Palembang Hunce Hamzah mengungkapkan, dalam aturan Kemenpora nomor 65/2015 mengenai bobot penilaian dalam seleksi Paskibraka tersebut meliputi Psiko tes berbobot 20 persen, tes kesehatan bobotnya 20 persen meliputi pemeriksaan penyakit keturunan, jantung, penyakit bawaan, tes buta warna. Untuk tes jasmani bobotnya 15 persen dengan rangkaian tes lari 2,4 km, sit up, dan push up. Selain itu, tes pasukan baris berbaris (PBB) 10 persen, pantohir 20 persen, TPA 10 persen dan wawancara minat dan bakat, termasuk tes bahasa asing berbobot lima persen.
“Yang paling utama mereka lolos seleksi tinggi dan berat badan proporsional dimana untuk perempuan tinggi badannya 165-175 cm dan laki-laki 170-180 cm. Jadi jika dari tinggi badan tidak sampai standar dan beratnya tidak proporsional maka mereka akan langsung gugur,” tukasnya.
Terpisah, salah satu peserta dari SMAN 6 Palembang Aldi Apriansyah mengaku, tidak kesulitan dalam mengerjakan soal TPA maupun Psiko tes, sebab ia sudah mempersiapkan dirinya sebelum mengikuti tes ini.

“Alhamdulillah soalnya tidak terlalu sulit, harapannya saya bisa lulus PPI tingkat kota dan dapat lanjut ke tingkat Provinsi,” tukasnya. (HSN)
.

.