Kepala Dinkes PALI, dr. Hj. Eni Zatila, MKm.

Kepala Dinkes PALI, dr Hj Eni Zatila MKm.

PALI, HS – Kasus gizi buruk seperti yang dialami Arya (18 bulan) anak dari Mariah (19) warga Desa Betung, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI yang sekarang masih mendapat perawatan intensif di RSUD Talang Ubi, rupanya bukan hanya sekali terjadi di wilayah Bumi Serepat Serasan.

Dari catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten PALI, selama tahun 2015 kemarin, sudah ada 9 kasus gizi buruk yang rata-rata penderitanya anak-anak, dan kebanyakan penyebabnya akibat kurangnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya asupan gizi yang cukup bagi anaknya.

Data itu dijelaskan langsung Kepala Dinkes PALI, dr Eni Zatila, MKm beberapa waktu yang lalu.

“Ada 7 kasus di Kecamatan Talang Ubi, 2 kasus di Penukal dan satu lagi pasien Arya dari Abab yang baru masuk RSUD kemarin. Penyebabnya akibat kurang asupan gizi karena kekurangtahuan orang tuanya,” jelas dr Eni.

Mantan Direktur RSUD Talang Ubi ini menambahkan bahwa semua pasien penderita gizi buruk terus diawasi dan diberi makanan tambahan secara rutin serta pembekalan pengetahuan terhadap orang tuanya akan pentingnya asupan gizi terhadap anak.

“Rata-rata penderitanya dari golongan ekonomi menengah ke bawah, tapi bukan akibat kekurangan makan atau ketidakmampuan masyarakat memenuhi gizi bagi keluarganya. Hanya kurangnya pengetahuan bagaimana memberikan asupan gizi yang lengkap. Seluruh pasien kita beri makanan tambahan dan kita berikan perawatan serta pengawasan sampai pasien pulih,” bebernya.

Diakui dr Eni, bahwa belum terjadi adanya penderita gizi buruk yang meninggal.

“Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada kasus gizi buruk yang meninggal. Karena setiap ada kasus tersebut, segera kita tangani dan kita fasilitasi untuk mendapat perawatan intensif. Kita juga terus sosialisasikan pentingnya asupan gizi lengkap terutama bagi anak-anak yang rentan terhadap kasus ini, agar kedepan tidak terdengar lagi adanya penderita gizi buruk,” harapnya. (MAN)