thumb_461147_05452803112016_image2

Bupati Muaraenim, H Muzakir Sai Sohar dan Wakil Bupati Nurul Aman beserta jajaran ketika meninjau Jembatan Enim III.

MUARAENIM, HS – Akibat derasnya debit air Sungai Enim serta curah hujan yang begitu tinggi, kini Jembatan Enim III mengalami longsor.

“Kondisi tanah bawah jembatan yang terus mengalami pergerakan akibat luapan air Sungai Enim juga mempengaruhi struktur konstruksi jembatan,” ujar Bupati Muaraenim, H Muzakir Sai Sohar, saat meninjau  Jembatan Enim III, Kamis (3/11).

Pantauan koran ini di lapangan, longsornya tanah cukup memperhatinkan akibat diterjang arus Sungai Enim yang semakin deras setelah hujan deras beberapa hari terakhir. Untuk sementara ini, jembatan masih bisa digunakan untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

Bupati Muaraenim, H Muzakir Sai Sohar, bersama Wakil Bupati Nurul Aman ketika meninjau jembatan tersebut menginstruksikan agar kendaraan berat, khususnya truk batubara untuk saat ini tidak diperbolehkan melintasi jembatan tersebut.

Bupati meminta Dinas Perhubungan untuk membatasi kendaraan yang boleh melintas di kawasan tersebut. “Pak Fathur kendaraan jenis truk tidak boleh melintas di Jembatan Enim III,” perintah bupati kepada Kepala Dinas Perhubungan, H Fathur Rahman MH.

“Dinas Bina Marga juga akan melakukan penanganan lebih lanjut terkait kondisi Jembatan Enim III,” kata Muzakir.

Sebelumnya, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Muaraenim, Ir H A Yani Herianto, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. “Saya tadi bersama Bappeda sudah melakukan peninjauan ke lokasi itu. Penyebab longsor diduga karena banyaknya sampah yang tertahan di tiang jembatan. Sehingga luapan air tersebut memecah dan menghantam tanah dinding pangkal jembatan,” jelas Yani,.

Menurutnya, saat ini telah dilakukan penanganan darurat dengan cara membersihkan sampah yang menumpuk di tiang jembatan tersebut. Tujuannya supaya luapan air bisa mengalir dengan lancar. Perbaikan pangkal jembatan tersebut  telah dianggarkan.

“Pada anggaran perubahan APBD tahun 2016 ini, sebenarnya telah kita anggarkan biaya perbaikan pembuatan tanggul jembatan tersebut. Namun karena waktunya mepet ditambah lagi dengan kondisi cuaca, maka perbaikannya tidak dapat dilakukan pada tahun anggaran ini,” jelasnya.

Perbaikan tanggul tersebut, lanjutnya dianggarkan pada APBD tahun 2017. Biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan tanggul tersebut diperkirakan mencapai Rp 5 miliar,” jelasnya. (EDW)