PALEMBANG,HS – Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkeretaapian Kementrian Perhubungan (Kemenhub) saat ini masih mengkaji besaran tarif Light Rail Transit (LRT) Palembang, Namun tarif tersebut dipastikan tidak akan memberatkan masyarakat yang akan menggunakan LRT.

Hal ini dikatakan langsung Dirjen Perkeretaapian, Zulfikri saat ditemui di Kantor Dishub Sumsel Jumat (2/2/2018).

Menurutnya, pihaknya memastikan tarif LRT tidak akan memberatkan penggunanya lantaran adanya subsidi dari pemerintah pusat.

Ia juga mengatakan, rencananya tarif yang akan diterapkan ini sebesar Rp 5 ribu. Namun, tarif tersebut belum fix dan masih akan dilakukan kajian.

“Kami masih mengkaji berapa besaran tarif LRT ini, tapi tentu tidak akan memberatkan para penggunanya,” katanya

Lanjutnya, Nantinya sistem pembayaran tersebut dengan cara tapping atau menempelkan kartu non tunai ke mesin pembayaran. Namun,ini nantinya akan diatur oleh PT KAI.

“Mungkin nantinya akan ada kerjasama dengan pihak perbankan,” ujarnya.

Ia mengaku, LRT di Palembang ini merupakan proyek perintis sehingga nantinya akan mendapatkan subsidi sebesar Rp 129 miliar selama enam bulan beroperasional.

“Kami belum tahu sampai kapan subsidi ini akan diberikan, tapi untuk enam bulan pertama itu Rp 129 miliar,” terangnya.

Ia juga menambahkan, pengerjaan LRT ini ditarget selesai pada bulan Juni mengingat kontraknya hanya sampai Juni.

“Jadi baik itu stasiun dan lain sebagainya itu harus selesai Juni karena Agustus sudah beroperasional,” tutupnya