djajang-nurjaman

PALEMBANG, HS – Persib Bandung harus mengakui ketangguhan tuan rumah Sriwijaya FC dalam lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 setelah dikalahkan dengan skor 3-0.

Pelatih kepala Persib Bandung Djajang Nurdjaman atau yang biasa disapa Djanur mengungkapkan, bahwa gol cepat yang diciptakan TA Musafri mempengaruhi kekalahan timnya.

Menurutnya, Persib harus kecolongan pada menit awal babak pertama dikarenakan para pemainnya kurang mengontrol emosionalnya sehingga dimanfaatkan langsung oleh SFC.

Djanur mengungkapkan, Setelah tertinggal satu gol membuat Maung Bandung semakin tertekan dan terpancing emosi. Ditambah wasit yang sering memberikan keputusan yang sedikit kontroversial.

“Pemain kerap kali melakukan kesalahan sendiri. Selain itu, tekanan yang dilakukan SFC membuat permainan kami tidak berkembang,”ujarnya.

Kekalahan ini membuat Persib gagal meraih pon dan harus puas bertahan di posisi ke-7 setelah mengoleksi 27 poin.

Sementara itu, Pelatih Kepala Sriwijaya FC Widodo C Putro mengungkapkan, gol yang diciptakan Musafri mampu mengangkat mental para pemain untuk mengendalikan pertandingan, dimana gol tersebut melecut semangat Laskar Wong Kito untuk meraih poin penuh di laga kedua putaran kedua TSC 2016.

“Gol yang dicetak pun melalui proses kerjasama, berbeda pada laga  sebelumnya yang berawal dari proses tendangan bebas, tentu ini menjadi nilai plus buat tim,”jelas Widodo.

Mengenai pencetak dua gol TA Musafri yang kerapkali mengawali pertandingan melalui bangku cadangan. Dirinya menegaskan bahwa dalam skuadnya tidak ada nama pemain cadangan, semua kualitas pemain sama, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan tim.

“Tidak ada pemain pelapis, semua pemain mengetahui itu,” ungkap Widodo.

Menurutnya, anak asuhnya sukses menjalannkan instruksi yang diberikan, sehingga mampu memenangkan pertandingan dengan skor yang meyakinkan.

“Pemai bermain sangat baik, semua melaksanakan tugas sesuai dengan strategi yang diterapkan,”jelasnya. (AND)