PALEMBANG, HS – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Ogan Ilir (OI) gelar pelatihan Agribisnis bawang merah. Rabu (8/3/2017).

Namun yang menarik dari pelatihan ini, muatan praktek lebih besar ketimbang teori. para peserta pelatihan ini langsung di asupi ilmu perkebunan bawang di kebun bawang yang ada di desa Pulau Semambu Kecamatan Inderalaya Utara.

Pelatihan yang di mentori ketua Lembaga Pelatihan Agrobisnis mandiri (LPAM) Rusli ini mengupas lengkap ilmu bercocok tanam, hingga olahan bawang.
Selain itu materi seputar agribisnis ini juga diberikan oleh  H Sarjan Tahir dirut Pandu Tani Indonesia (PATANI) dan Ir Misliha Kanwil Patani Sumsel.
Menurut Rusli, bawang merah merupakan komiditi yang tak pernah harga nya dibawah Rp 20 ribu perkilo sejak tahun 2015 hingga sekarang. dari situlah agribisnis rempah bumbu dapur ini jika di kelola akan menciptakan banyak peluang usaha yang baru.
” mulai dari peluang penyediaan lahan. peetanian, Penyedian pupuk, pengupasa kulit, hingga pengolahan menjadi bawang goreng kemasan siap jual seperti produk asli OI “Layo Bawang goreng.” Ucap rusli
Hasil riset, tanam bawang sebaiknya diakhir musim hujan sebagusnya. Lanjut rusli. kalau Brebes jawa tengah bisa jadi kabupaten sentra bawang. OI juga bisa.
Menjawab tanya kenapa harus agribisnis bawang ? sebab bawang komponen bumbu yang tak dapat di tukar. bumbu hampir ada di setiap masakan dan hampir ada di setiap dapur rumah tangga
” estimasi singkat nya jika modal 100 juta/HA untung agribisnis bawang bisa mencapai 200juta/HA dengan jangka waktu 55-60 Hari. di sumsel sudah ada 3 agribisnis yang menghasilkan. sumbawa 3.6 ton perhektar. 5.2 ton di muara kelingi. 4.2 ton di musi rawas. jika setiap kabupaten bisa produksi.sumsel jadi lumbung bawang. tak harus konsumsi bawang impor.” Urainya
Dikebun bawang, Ketua DPC Demokrat OI Ir HM Kanoviandri Rasyid mengatakan penyebab harga bawang tidak stabil. karena kemerataan wilayah produksi produksi tidak merata. bermula dari situlah DPC Demokrat OI membina kader partai yang juga petani untuk meng agribisniskan lahan yang ada
” peserta nya memang petani. petani kader partai demokrat. semoga bekal ilmu ini dapat meningkatkan pendapatan keluarga kader. selain berpartai mereka juga bisa berhak menghidupi keluarga dengan ekonomi yang layak.” ujar Kanoviandri
OI jadi sentra bawang merah.? Kanoviandri meng aminkan. sebab selain dapat menyerap tenaga kerja baru. Agribisnis bawang ini dapat membuka jenis-jenis usaha baru
” misal. Tadinya sebelum ada agribisnis ibu-ibu nonton sinteron di malam hari hanya nonton tok. gimana kalau nonton sambil membungkus bawang gorenG kemasan. atau  mengupas kulit bawang dengan  insentif yang lumayan. Di jawa satu kilo nya Rp 1000 rupiah. Kan lumayan nonton iya dapat duit iya. itu contoh kecil saja agribisnis ini.” Katanya. (Arza)