OGAN ILIR,HS – Persoalan buruk nya infrastruktur jalan di Kabupaten Ogan Ilir (OI) khusus-nya jalan daerah di kecamatan Inderalaya menjadi aspirasi utama yang di sampaikan sejumlah warga dari puluhan desa dalam reses ke 1 kepada 9 anggota DPRD OI Dapil 1. Kamis (9/3/2017)
Di muka reses yang digelar 6 hingga 11 Maret 2017 di 10 desa ini. warga meminta kepada pemkab OI melalui wakil-wakil nya di parlemen OI itu agar dapat mengupayakan perbaikan segera jalan yang telah lama hancur dan berlobang
Suharlin (36) warga desa Sudi Mampir kecamatan Inderalaya ini menyampaikan kepada legislator OI lintas partai ini agar jalan yang memghubungkan desa nya ke kecamatan pemulutan barat dan Inderalaya dapat segera diperbaiki oleh pemerintah
” jalan ini sudah lama hancur dan berlobang. kondisi nya sudah sangat- sangat memprihatinkan. untuk beraktivitas hilir mudik sehari hari membawa hasil bumi susah sekali. Slip sedikit nyungsep ke lobang jalan. sewaktu jalan masih mulus dari sini ke ibukota kabupaten OI cukup 20 menit. sekarang bisa satu jam perjalanan.” Seloroh nya
Terpisah, anggota DPRD OI Dapil 1, Muhammad Ali menjelaskan dari ke semua rangkaian reses DPRD OI di awal tahun ini. permintaan perbaikan buruk nya infrastruktur jalan yang mendominasi di sampaikan warga kepada nya dan anggota DPRD lainya
” namun semua aspirasi akan ditampung, di sampaikan ke pemerintah dan di kawal hingga terealisasi.” ujar Muhammad Ali
selain permasalahan jalan, lanjut politisi Golkar ini. permasalahan beras miskin (raskin) juga mengemuka dalam reses.
”  keluarga penerima raskin banyak yang tak wajar. ada banyak keluarga yang mampu dapat jatah raskin, sementara yang benar-benar keluarga tak berpunya malah tak dapat Jatah raskin. Selian itu kilogram jatah raskin yang diterima juga berkurang dari ketentuan yang ada. senin depan instansi terkait raskin ini akan di panggil ke DPRD. meski penuh masalah alhamdulillah warga antusias terhadap kami.” Katanya
Dihimpun, anggota reses dapil 1 ini terdiri dari Ahmad Syafe’i (wakil ketua 1 DPRD) Wahyudi (wakil ketua II) Muhammad Ali, Endang PU Ishak, Firmansyah, Kusharyadi, Kanoviandri, Porsaid dan Herman Masrudin. (Arza)