PALEMBANG,HS – Angka kemiskinan di Indonesia terus mengalami penurunan namun tidak signikan terjadi di seluruh wilayah. Hal ini merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa sejak September 2017 hingga September 2018 jumlah penduduk dengan kategori miskin sudah berkurang sebanyak 908.400 ribu jiwa.

Ketua DPW Partai Perindo Sumsel Febuar Rahman menyatakan penurunan jumlah kemiskinan seperti yang dipaparkan oleh BPS masih terbilang kecil. Fakta di lapangan penduduk miskin masih banyak dan kesenjangan masih menjadi permasalahan utama di seluruh daerah.

“Dengan berkurang (kemiskinan) seperti angka tersebut sangat kecil sekali. Penduduk miskin masih saja besar dan kesenjangan masih menjadi bagian problem bangsa dan negara ini,” kata Febuar Caleg DPRD Sumsel Dapil OI Dan OKI

Dia menilai pembangunan di daerah pedesaan belum mencapai hasil yang maksimal. Sebab sebagian besar penduduk miskin yang umumnya merupakan masyarakat pedesaan terpaksa merantau ke daerah lain untuk mencari penghidupan yang lebih layak karena tidak tersedianya pekerjaan di kampung halaman.

“Saya nilai pembangunan terhadap pedesaan belum berjalan maksimal. Terbukti dengan angka perubahan (data kemiskinan) yang sangat kecil,” ujarnya.

Febuar meminta pemerintah pusat dan daerah mengubah arah kebijakan pembangunan. Artinya, jangan hanya membangun infrastruktur besar di perkotaan saja, tetapi pembangunan harus merambah ke daerah lain dan mengoptimalkan ekonomi kerakyatan.

“Pemerintah kedepan harusnya merubah mindset-nya. Janganlah pembangunan besar kategori mercusuar saja yang digenjotnya sementara pembangunan ekonomi kerakyatan hanya pencitraan belaka,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan data BPS jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2018 mencapai 25,67 juta orang yang merupakan 9,66% dari total penduduk Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 60% di antaranya berada di pedesaan yakni sebanyak 15,54 juta jiwa. Sedangkan 40% berada di perkotaan sebanyak 10,13 juta jiwa.

Ini berarti sejak September 2017, jumlah penduduk dengan kategori miskin sudah berkurang sebanyak 908,4 ribu jiwa.