PALEMBANG,HS – Dua terdakwa Pembunuh sopir online (Taksol), beberapa waktu lalu dihukum mati oleh Hakim Ketua Bagus Irawan dalam persidangan di PN Negeri Kelas 1A Palembang. 

 

Usai dibacakan hakim ketua salah satu terdakwa Acun menangis mendengar keputusan itu.

 

Saat diwawancarai Acun enggan berbicara atas putusan hakim tersebut, bahkan sebelum sidang dimulai kedua terdakwa pembunuhan sopir taksol sudah sangat pasrah.

“Saya sudah menyesal nian pak sudah membunuh Sofyan. Saya minta maaf kepada keluarga korban, tapi saya yakin apa yang diberikan hakim merupakan jalan terbaik yang harus saya hadapi,” kata terdakwa
Ia mengatakan, ia saat ini tidak bisa apa – apa lagi.
“Untuk keluarga saya semoga baik-baik saja. Saya tidak bisa ngomong apa-apa lagi sekarang,” ujarnya menyesal
Kedua terdakwa Acun dan Ridwan diputus mati usai menjalani sidang. Sidang Putusan mati terhadap kedua tersangka dibacakan langsung oleh Hakim Ketua dan terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana 340 junto 55 ayat 1 KUHP mengenai pembunuhan berencana.
“Para terdakwa sudah merencanakan pembunuhan berawal dari niat sampai di kos-kosan di kawasan Balayudha Palembang.  Para terdakwa berniat mengambil mobil milik supir taksi online. Pelaku Akbar (otak pelaku)  sudah mengatur peran dan posisi para terdakwa dalam membunuh korban,” kata hakim ketua
Lanjutnya, putusan mati terhadap kedua terdakwa sesuai dengan perbuatan yang dilakukan dan menimbang jika korban merupakan tulang punggung keluarga yang harus menafkahi 1 istri dan 4 anak.
“Menyatakan Acuandra alias acun dan Ridwan terbukti secara meyakinkan bersalah, lalu terbukti secara sah melakukan pembunuhan berencana. Dengan putusan pidana,l mati,” jelasnya.
Selama persidangan terdakwa yang merupakan komplotan pembunuh berencana dianggap meresahkan masyarakat yang mencari nafkah menjadi supir taksi online.
“Menimbang perbuatan terdakwa yang meresahkan masyarakat. Lalu Keluarga yang harus kehilangan tulang punggung keluarga untuk menafkahi 1 istri 4 anak. Serta atas dasar pertimbangan Keluarga korban tidak memberi maaf dan keluarga meminta hukuman setimpal atas perbuatan pelaku,” tutupnya