Pengadaan kantong kresek pun diduga bisa merugikan negara

Pengadaan kantong kresek pun diduga bisa merugikan negara

PALEMBANG, HS Pengadaan kantong kresek yang dilakukan Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) Kota Palembang yang menelan dana sebesar Rp 800 juta bermasalah.

Soalnya, pengadaan itu tidak sesuai dengan apa yang diajukan DKK kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palembang.

Tak tanggung-tanggung akibat pengadaan yang tidak sesuai dengan perencanaan tersebut. Bahkan, negara dirugikan sebesar Rp 260 juta.

Anggota Komisi III, Ade Victoria cukup berang dengan adanya kerugian negara tersebut. Karenanya, pihaknya berharap Kejari Palembang yang memeriksa secara langsung kasus tersebut bisa memproses temuan itu sesuai prosedur yang berlaku.

“Berdasarkan hasil temuan Kejari, negara dirugikan sebesar Rp 260 juta. Silahkan diproses,” cetusnya, usai pertemuan dengan DKK Palembang, Senin (26/9).

Kata Ade, pengadaan kantong kresek yang dilakukan oleh DKK Palembang tersebut tidak sesuai dengan apa yang mereka katakan. Sebab yang ada sekarang ialah kantong kresek biasa, sementara sebelumnya mereka mengatakan ingin mengadakan kantong kresek ramah lingkungan.

“Pengajuannya di dewan waktu itu, untuk kantong kresek ramah lingkungan. Tapi nyatanya tidak, apa yang mereka buat itu kantong kresek biasa,” terangnya.

Dijelaskannya, pengajuan anggaran untuk pengadaan kantong kresek ramah lingkungan bermula pada awal pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2015.

Saat itu, DKK mengajukan penganggaran untuk pengadaan kantong kresek ramah lingkungan. Mengingat potensi sampah yang mencapai 800 ton per hari. Salah satu penyumbang terbesar sampah ialah kantong kresek.

”Karena ini menyangkut kebutuhan masyarakat dan lingkungan maka pada APBDP 2015, kami setujui anggaran sebesar Rp 800 juta, setelah pada APBD induk tidak terealisasi,” diterangkannya.

Menurut Ade, kantong kresek yang ada saat ini jauh dari harga normal. Karena, sesuai data dari pengadaan kantong kresek tersebut harganya sebesar Rp 4550. Padahal harganya cuma Rp 940 per kantong. Tentu, harga itu jauh dari normal.

“Ini kan aneh. Harga kantong itu, Rp 47 ribu dengan isi 50 kantong. Artinya, setiap kantong harganya tidak sampai Rp 1000. Itu data yang kami dapat,” ia menyesalkan.

Sementara itu, Anton Nurdin mengatakan, pihaknya juga berharap Kejari Palembang bisa memproses perusahaan yang memenangkan tender pengadaan kantong kresek tersebut.

“Perusahaan itu harus dikejar, atas nama CV Gema Mandiri,” pintanya. (UDI)