IMG_6159-325f53opk09gfu1vf4hami

PALEMBANG, HS –  Program E-Warung dan program keluarga harapan (PKH) yang beberapa waktu lalu launching oleh Kementerian Sosial di Palembang untuk masyarakat kurang mampu rencananya akan disebar sebanyak 3500 E- Warong untuk seluruh Indonesia.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Masyarakat  Dinas Sosial Sumsel, Belman Karmuda, saat ditemui HALUAN SUMATERA di ruangan kerjanya, Senin (29/8) menyebutkan, tujuan dikeluarkan E-Warung dan PKH  untuk mengenalkan teknologi  yang semakin canggih di tengah masyarakat.

“Agar  masyarakat tahu dengan teknologi modern, jadi dapat mengubah maindset bahwa menggunakan atm bukan hanya untuk masyarakat menengah ke atas saja tetapi juga bisa untuk kalangan ke bawah,” jelasnya.

Selain itu, dikatakan Belman, peluncuran E-Warung dimaksudkan agar penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat lebih efektif, efesien dan praktis serta menghindari birokrasi yang berbelit.

“Masyarakat tidak perlu lagi mengantri di kantor Pos, yang pasti program ini untuk mengantisipasi terjadinya kebocoran,” ungkap Belman.

Ia menambahkan, ada perbedaan antara penerima bantuan program keluarga harapan (PKH) dan penerima beras sejahtera (Rastra).

“Untuk PKH, masyarakat bisa mengambil uangnya langsung di ATM untuk dibelanjakan sesuai kebutuhan dan tidak harus di E-Warung karena PKH lebih diprioritaskan untuk kesejahteraan Ibu Hamil dan menyusui,” urainya.

Sedangkan bagi penerima   Rastra, sambung Belman, bantuannya hanya dapat dicairkan di E -Warung ditukar dengan Beras, Tepung Terigu, Telur dan Gula. “Tidak bisa berupa uang kalau  Rastra, dan kedua bantuan ini disalurkan tiga bukan sekali,” jelas dia.

Dia berkata,  program E-Warung tersebut kemungkinan akan mulai efektif berjalan pada Januari 2017 mendatang, melihat tahun anggaran yang saat ini sudah berjalan.

Sesuai tujuannya program E-Warung untuk mengajak masyarakat mengetahui dan menerapkan perkembangan kecanggihan teknologi sekarang, namun juga harus dipertimbangkan dan menyesuaikan dengan kondisi lapangan yang terjadi di dalam masyarakat.

“Apakah dari segi signal, pasokan listrik serta teknis lainnya juga harus siap. Jangan sampai nanti ketika masyarakat mau menggunakan kartunya di E-Warung ternyata mati lampu atau gangguan sehingga masyarakat terkendala,” tambahnya lagi.

Menurutnya, pemerintah harus benar-benar menyiapkan kematangan program E-Warung terutama dari segi sarana-prasarana serta infrastuktur.

“Dari segi teknologi dan jaringannya juga fasilitasnya harus siap menjangkau seluruh daerah,terutama daerah pelosok yang fasilitasnya masih minim sedangkan masyarakat kurang mampu banyak di sana,” tutupnya.(UDI)