JAKARTA,HS – Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh  Indonesia (PSSI), Edy Rahmayadi meminta maaf kepada masyarakat Indonesia setelah gagal menjalankan tugas sebagai ketua umum PSSI Dia pun memutuskan mundur dari jabatannya. 

Edy menyatakan mundur sebagai ketua umum pSSI dalam Kongres Tahunan di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Minggu (20/1/201)). Ia meminta maaf setelah gagal menjalankan tugasnya.

“Begitu berat saya rasakan. Untuk itu sampaikan ke rakyat PSSI ini milik rakyat seluruh Indonesia yang diwakilkan ke kita. Saya tak mampu lakukan ini saya mohon maaf,” kata Edy dalam pidatonya

Kabinet Edy memiliki tugas berat saat menjabat sebagai ketum PSSI periode 2016/2010. Kepengurusan PSSI periode tersebut harus mengantarkan Timnas Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018. 

Tapi, di tengah persiapan Timnas, Edy malah cuti. Konyolnya, pengurus PSSI lain mengizinkannya. 

Dalam prosesnya arget yang dibuat PSSI sendiri, mencapai semifinal Asian Games 2018, gagal diraih. Timnas hanya berhasil mencapai babak 16 besar. 

Setelah itu, kondisi keuangan PSSI tak bagus. Mereka tidak sanggup meneruskan kontrak dengan Luis Milla, bahkan setelah menunggak gaji Milla. 

Masalah lain muncul di stadion. Pemukulan suporter terhadap wasit, penganiayaan suporter, dan pengaturan skor. Selain itu, PSSI disorot dengan pengurusnya yang rangkap jabatan, baik di kabinet PSSI ataupun di nyambi di klub.