Peserta lomba serapungan di Empatlawang.

EMPATLAWANG, HS – Serapungan merupakan olahraga air tradisional khas Kabupaten Empatlawang, Sumatera Selatan. Olahraga ini mengandalkan dua batang bambu yang masing-masing berukuran panjang 3 meter dengan diameter sekitar 20 cm, diikat dengan rotan atau tali. Olahraga ini dapat dilakukan dengan cara seseorang berenang dengan bambu tersebut, menyusuri sungai menggunakan kedua tangan sebagai dayungnya.

Olahraga unik ini sudah dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Empat Lawang sejak zaman dahulu. Untuk itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empatlawang melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Empatlawang memastikan di tahun 2017 ini akan menggelar lomba serapungan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Empatlawang, Hj RR Endang DS beberapa waktu lalu. Menurut Endang, serapungan merupakan olahraga tradisional air khas Empatlawang, oleh karena itu di tahun ini pihaknya akan mengadakan lomba serapungan menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Kabupaten Empatlawang pada April mendatang.

“Lomba serapungan insya Allah akan digelar karena sudah dianggarkan,” katanya.

Kabupaten Empatlawnag akan kembali menggelar lomba serapungan dalam memperingati HUT ke-10 pada April 2017 mendatang.

Mengenai rute, lanjut Endang, masih seperti tahun sebelumnya, start lomba dari Pantai Desa Terusan Lama menuju garis finish di Jembatan Musi II.

“Semua seperti biasa tidak ada perubahan, hanya saja, lanjut Endang, pihaknya akan lebih selektif memilih peserta yang akan mengikuti lomba, pihaknya tidak akan menerima peserta di bawah umur 17 tahun,” ungkapnya.

“Kita sudah tahu lomba ini sangat dinanti masyarakat, peserta membludak, semua ingin ikut, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Yang pasti, syarat mutlak peserta harus di atas 17 tahun dan bisa berenang pastinya, kalau dibawah umur 17 panitia tidak akan menerima,” tandasnya. (ELW)