Kepala BPBD Kabupaten Empatlawang, Lukman Panggarbessy

EMPATLAWANG, HS – Tahun 2017 ini, ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah), diprediksi akan lebih serius dibandingkan tahun 2015 dan 2016. Hal ini meenyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyebut jika tahun 2017, musim kemarau akan normal. Ini artinya, ancaman Karhutlah pada tahun 2017 akan lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

Kepala BPBD Empatlawang, Lukman Panggarbessy mengatakan, pihaknya saat ini mulai meningkatkan kesiagaan terhadap kewaspadaan Karhutlah di wilayah Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati, untuk meminimalisir bencana yang diakibatkan oleh Karhutlah.

“Kita saat ini sudah meningkatkan kewaspadaan dan siap siaga jika sewaktu-waktu terjadi Karhutlah,” ungkap Lukman Panggarbessy.

Dikatakan Lukman, pihaknya tentu sangat khawatir terhadap dampak kemarau pada tahun 2017 ini. Sebagai kabupaten yang juga memiliki hutan yang cukup luas, kewaspadaan terhadap Karhutlah tentu saja harus segera dipersiapkan sejak dini.

“Dan ini juga menjadi instruksi dari BPBD Provinsi Sumatera Selatan, agar kita harus bersiap hadapi kemarau tahun ini,” jelasnya.

Lukman juga menghimbau agar masyarakat di kabupaten ini, turut waspada terhadap Karhutlah yang mengintai wilayah kabupaten ini. “Tentu dengan tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tegasnya.

Sebelumnya, Kapolres Empatlawang, AKBP Bayu Dewantoro kepada wartawan mengatakan jika pihaknya selalu melakukan kegiatan upaya pencegahan terhadap Karhutlah, dengan menyampaikan himbauan langsung ke masyarakat mengenai larangan membuka lahan dan hutan dengan cara membakar.

“Sebab, membuka lahan dengan cara membakar, dapat diancam pidana dan denda. Itu kita sampaikan ke petani, dengan membagikan selebaran dan memasang spanduk,” katanya.(ELW)