PALEMBANG,HS – Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel Meminta Perusahan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Membeli gabah dan beras dari petani dalam kualitas apapun,

Menurut, Plt Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel Erwin Noorwibowo, Sebelum pelaksanaan itu, saat ini tengah dilakukan diskusi pada Rapat Koordinasi Gabungan (Rakorgab) ‘Sosialisasi Sergap Diluar kualitas dan Pengamanan Harga Gabha di Depok selama tiga hari 1-3 Maret 2017 dan harus sudah selesai peraturan pemerintahnya tentang pembelian gabah diluar kualitas oleh Bulog.

“Ya, Kabar ini merupakn angin segar yang sangat ditunggu para petani Sumsel,” ujarnya

“Seminggu ini clear aturan dan langsung pelaksanaan. Terlebih saat ini harga beras dan gabah di mana-mana pada anjlok seoring dengan panen raya,” bebernya

Dia juga menambahkan, Dengan begitu, upaya meningkatkan produksi dan pembelian gabah dalam kualitas apapun ini khusunya di Sumatera Selatan (Sumsel) dipastikan minggu depan sudah dilakukan pelaksanaannya. Sebab kalau tidak dilakukan musim panen sudah lewat.

“Ya, Artinya sekarang wajib hukumnya Bulog tebus petani. Itui berdasarkan harga yang ditetapkan dan kuota pengadaan. Maksudnya dibeli dengan harga tunggal harga pembelian pemerintah.” jelasnya

Namun, jika dalam pelaksanaannya ada Bulog yang menolak tentunya akan diberikan tindakan. Tentu, ada tahapannya, mulai dari teguran lisan, teguran tertulis.

“Yang jelas kalau menolak, kita sikat karena ini tentang darah petani. Jadi jangan ada yang balelo,” urainya

Dia juga menginformasikan, bahwa Presiden RI Joko Widodo sudah mengalihkan tugas ke Menteri Pertanian dalam hal menugaskan Bulog dalam penyerapan gabah tersebut. Dengan adanya kewenangan itu artinya ini baru pertama kali terjadi.

“Ya, Jadi yang punya kewenangan menugaskan Bulog sekarang ada pada Menteri Pertanian,”jelasnya (MDN)