PALEMBANG,HS – Presiden Joko Widodo menjajal light rail transit (LRT) dari stasiun Bumi Sriwijaya menuju stasiun Jakabaring, Palembang, Jumat (13/7). Dia ingin mengetahui kereta ringan pertama di Indonesia itu bisa dioperasikan sebagai sarana penunjang Asian Games 2018.

Namun, sebelum gerbong LRT yang dinaiki Jokowi tiba, pegawai PT Waskita Karya direpotkan dengan rusaknya eskalator di stasiun Jakabaring secara mendadak. Padahal, eskalator itu rencananya dipakai Jokowi untuk turun.

Tak ingin menjadi masalah besar, pekerja berupaya memperbaikinya. Namun, usaha itu gagal sehingga perbaikan dihentikan karena kereta yang ditumpangi Jokowi akan segera tiba di stasiun.

“Tiba-tiba rusak begitu mas, ini lagi diperbaiki, tapi tidak bisa juga,” ungkap salah seorang sekuriti stasiun.

Pengawas proyek LRT meminta sekuriti berjaga di depan eskalator agar tidak digunakan. “Manual bisa kan? Nanti bapak jaga di sini saja, amankan dulu,” perintah pengawas kepada seorang sekuriti.

Mengetahui kejadian di luar dugaan, seorang wanita yang mengenakan kaos staf kepresidenan nampak panik. Dia sibuk menghubungi seseorang yang berada di dalam kereta. Dalam obrolannya, terdengar dia meminta protokol untuk mengalihkan Jokowi turun ke tangga biasa.

Setelah sesi wawancara dengan awak media, Jokowi dan rombongan akhirnya turun dari tangga biasa yang berada bersebelahan dengan eskalator. Kemudian, Jokowi berangkat ke Desa Pangkalan Gelebak, Banyuasin, menggunakan jalur darat.

Di desa itu, Jokowi diagendakan meninjau program Padat Karya Tunai Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi berupa TPT pengecoran jalan, kamar mandi, dan Posyandu.