PALEMBANG,HS – Ketua DPW Partai Perindo Sumsel Febuar Rahman, meminta semua peserta Pemilu 2019 untuk tidak menggunakan kampanye hitam dalam upaya memperoleh suara.

Semua kalangan disarankan memerangi metode kampanye negatif dan hoax yang jelas-jelas melanggar UU Pemilu.

“Semuanya tim pemenangan untuk menghindari dan mengimbau agar tidak melakukan kampanye hitam dan memerangi hoax,” kata Febuar saat dihubungi, Minggu (10/2/2019).

Lebih lanjut Febuar mengajak semua kontestan Pemilu 2019 mewaspadai sumber kampanye hitam dari kelompok-kelompok selain peserta pemilu.

“Yang perlu diwaspadai adalah sumber kampanye hitam dari kelompok – kelompok di luar pendukung atau tim pemenangan yang melakukan hal-hal tersebut,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan, agar semua pihak-pihak terkait tidak membiarkan kampanye hitam yang menyebar di masyarakat.

Jika hal tersebut tidak segera ditangani akan menimbulkan kekisruhan dan kebencian antar-pendukung peserta pemilu.

“Akan mengadu domba antara pendukung dan lebih jauh lagi menanamkan kebencian satu sama lain,” tutur Febuar.

Sebelumnya, lembaga survei Politica Wave menyebutkan kampanye hitam di Pilpres 2019 meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan Pilpres 2014.

Hal itu dapat dilihat dari adanya konten hoax di media sosial sebanyak kurang lebih 18.000 konten per hari.

Jumlah itu diprediksi akan terus meningkat sampai menjelang penyelenggaraan pemilu 17 April 2019