Foto : Febuar Rahman Didampingi Pengurus DPW Perindo (Don)

PALEMBANG,HS – Febuar Rahman angkat bicara terkait skandal kapolres Empat Lawang berinisial AS yang menggunakan barang haram jenis Narkotika.
Dia sangat menyayangkan dan prihatin atas kabar kapolres Empat Lawang, yang positif menggunakan narkoba itu. Karena sejatinya pihak kepolisian adalah badan yang turut memberantas adanya peredaran jenis Napza (Narkotika /narkoba maupun Zat adiktif) berbahaya.
“Bayangkan seorang Kapolres saja memakai narkoba . Bagaimana yang di bawah nya dan bayangkan pula bagaimana peredaran di masyarakat,” kata Penasehat Penggiat Anti Narkotika Sumsel (GANN) Rabu (16/1/2019).
Namun advokat senior ini, juga mengapresiasi langkah dari pihak kepolisian Polda Sumsel yang secara tepat, giat merealisasikan akan bahayanya Narkotika.
Serta melakukan penangkapan kepada siapapun jajarannya yang menggunakan Narkoba tanpa pandang bulu. Sebagai upaya memberantas peredaran Narkotika terkhusus di Sumsel.
Febuar, juga meminta kepada setiap badan penggiat anti Narkoba lainnya jika ada kasus-kasus yang terkait semacam ini, untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang.
“Kita minta penggiatan Anti narkoba untuk ikut mengawasi peredaran narkoba . Dan jangan takut untuk melaporkan dan membongkar nya bila tau ada aparatur yg ikut memakai atau mengendarakan,” kata Calon legislatif DPRD Provinsi Dapil 3 Kabupaten Ogan Ilir dan Kabupaten Ogan Komering Ilir ini.
Untuk diketahui, Kapolres yang ditugaskan di kabupaten Empat Lawang berinisial AS tertangkap karena kasus narkoba. Saat ini telah diamankan oleh pihak kepolisian Propam Polda Sumsel untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.
Sebelumnya Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara juga membenarkan kasus ini. Dia juga mengatakan tes urine Kapolres AS terkait narkotika telah dilakukan 11 januari kemarin.
“Sejenis narkoba, tapi kalau bahasa dari kedokteran itu amfetamin. Tes urinenya hari Jumat, kalau positif saja bisa tindakan disiplin, tapi kalau ini tidak ada barang buktinya bisa dipenjara,” tutupnya