Muara Enim,HS — Pembangunan jembatan diatas jalan ( fly over ) milik PT Servo Lintas Raya Group PT Titan yang dikerjakan oleh PT PP Persero Tbk pada senin (6/3/17) sekitar pukul
17.30 WIB ambruk dan menutupi akses jalan kabupaten sehingga masyarakat tidak dapat melalui jalan tersebut sementara listrik yang berada di bawahnya pun ikut putus.



‪Sejak pembangunan fly over ini dimulai satu bulan lalu berbagai protes sudah disampaikan oleh masyarakat di antaranya bahwa Jalan Kabupaten yang berada di bawahnya terkesan sangat berlumpur sementara pada sisi timbunan kiri dan kanan Fly over kerap menimbulkan banjir besar sehingga sebagian masyarakat yang mempunyai kebun karet di sekitar lokasi pekerjaan tidak bisa memanen karetnya lantaran terendam air.



‪Keluhan ini disampaikan oleh salah satu warga yaitu Mursalin (45) warga Desa Padang bindu Kecamatan Benakat Kabupaten Muara Enim saat berada dilokasi membenarkan bahwa warga yang lalu lalang Di bawah payung over ini sedikit merasa khawatir karena akan tertimpa badan Jembatan fly over ini.



‪Menurut Mursalin bahwa kekhawatiran warga sangat beralasan karena pada beton bagian kiri dan kanan penahan fly over sudah banyak mengalami keretakan dan bagian atas besi flat penahan beban tampak ada yang
turun.akibat berat beban diatasnya.  Sementara pembangunan  masih dalam tahap pekerjaan.



‪Namun sayangnya keluhan masyarakat ini tidak direspon positif oleh para pekerja yang ada di lapangan yang beranggapan bahwa masyarakat jelas tidak akan paham dan mengerti tentang konstruksi dari pembangunan fly over ini ungkap mursalin.



‪Dikonfirmasi sebelumnya Humas PT Servo Lintas Raya Agung didampingi kontraktor PT PP Persero Muhammad Rayan di kantor PT Titan kompleks Citra de Residence Muara Enim  menjelaskan bahwa keluhan masyarakat yang disampaikan kepada pihak media sudah sangat berlebihan karena menurutnya kekhawatiran tersebut tidak perlu terjadi, ditegaskan Muhammad Rayan bahwa kami sudah berpengalaman membuat pekerjaan seperti ini dan setidaknya sudah ada 8 buah yang telah dikerjakan dan semuanya aman ungkapnya.



‪Mengenai adanya crack atau keretakan pada bagian Sisi bangunan ini merupakan hal yang lumrah dan kita sudah melakukan injeksi khusus yang kekuatannya sama seperti awal semula.



‪Ditambahkan Muhammad Rayan pula bahwa Armco dengam ketinggian 11 meter lebih mempunyai kekuatan tersendiri, karena spesifikasinya untuk kendaraan dengan ukuran berat 60 kali 2 ton walaupun berat tersebut belum ada dipakai untuk angkutan batubara yang digunakan perusahaan. Namun pada dasarnya pekerjaan kita ini sudah memenuhi standar keamanan dengan mengutamakan keselamatan yang tinggi tegasnya.



‪Namun naasnya setelah beberapa menit selesai dikonfirmasi. Pihak perusahaan mendapat kabar bahwa jembatan atau fly over di Kilometer 82 Desa Padang bindu Kecamatan Benakat ambruk. dan

‪setelah itu master konstruksi PT PP langsung menghilang. dan kedua perusahaan kelas Wahid ini minta agar kasus ini tidak disebarluaskan baik melalui media cetak elektronik dan media online.(Edw)