PALEMBANG,HS – Dalam rangka mendukung penuh percepatan pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KPSN) Danau toba,

FBBI telah menghadiri undangan  Direktur Utama BPODT, Arie Prasetiyo, pada hari Jumat 7 Juli 2017 di Hotel JW Mariot, Jakarta

Pada Forum Pembicara hadir Menko Maritim, Luhut Binsar Panjaitan Hadir juga Ketua DPD FBBI Provinsi Sumut Kornel Napitupulu,  Sekretaris Untung Sinaga dan Ketua DPC FBBI Kota Binjai, Folmer Situmorang.

Pada kesempatan tersebut Ketua Umum Pusat, Ronsen LM Pasaribu, menyampaiakan, FBBI mengusulkan kepada BODT dan Pak Luhut Binsar Panjaitan, meminta untuk meningkatkan kunjungan wisata yaitu dengan mensosialisasikan masyarakat terlebih kepada pihak Gereja HKBP dimana agar dalam pelaksanaan adat  yang berhubungan dengan gereja di sekitar Danau toba seperti pernikahan dan pesta adatnya agar memakai Pakaian Asli Adat.

“Ya, ini merupakan promosi yang sudah di kemas sejak dahulu dan dengan biaya yang lebih murah bagi keluarga yang berpesta serta  tidak menuggu biaya promosi dari pemerintah. Pada Acara demikianlah yang merupakan objek wisata di Bonapasogit,” tegasnya

Ia juga menambahkan, bahwa Acara Pernikahan Adat, adalah potensi yang sudah dimiliki oleh masyarakat dan sudah diterima di Gereja dimana ada titik singgungnya dengan gereja. Oleh karena itu, dengan mengangkat potensi ini menjadi salah satu bentuk budaya lokal yang menarik bagi wisatawan.

“Karena itu, perlu sharing informasi kapan dan dimana dilaksanakan sehingga wisatawan mengetahu dan tertarik melihatnya dan Juga perlu brosur yang berkaitan dengan objek adat perkawinan tersebut perlu disiapkan loleh BPODT atau Pemerintah” jelasnya

Pada kesempatan itu FBBI dan BPODT Forum Bangso Batak Indonesia tetap mendukung  BPODT dalam setiap upaya memajukan Pariwisata serta Beberapa Event yang dilaksanakan oleh BPODT melibatkan FBBI, antara lain :

Melalui Kementerian Pariwisata, bekerjasama FBBI dalam melaksanakan program Pelatihan Perhotelan kepada 160 orang, di Samosir berbasis pelayanan prima, bertaraf nasional dan internasional. Peserta adalah wakil dari hotel yang ada di sekitar Danau Toba, Parapat, Taput, Siantar dan Medan bahkan Jakarta.

Menghadiri rapat-rapat di Medan yang dilangsungkan oleh BPODT dan Pembukaan atau lounching Agenda Pariwisata di Kementerian Pariwisata.

Menghadiri  Undangan terakhir, di Hotel JW Mariot ini.

Kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari Surat Ketum FBBI kepada Ketua BPODT agar berkenan mengikat kerjasama dalam memajukan Bonapasogit, termasuk Pariwisata sesuai visi dan misi FBBI memajukan kesejahtraan masyarakat Batak di Bonapasogit.

FBBI juga sudah melaksankaan FGD di Gedung PGI Tahun 2016 dengan topik Pengembangan Pariwisata Danau Toba.

Melalui Bapak Ir Basar Simanjuntak dan bapak Andy Marpaung, melalui pesan singkat menyampaikan, sangat berterimah kasih atas kehadiran FBBI pusat maupun Perwakilan daerah,

“Ya, kami pribadi berterima kasih atas kehadiran FBBI di jakarta dan telah mencatat usul dan pandangan FBBI untuk ditindak lanjuti dengan rencana aksi dimasa yang akan datang,” pungkasnya

Pada kesempatan tersebut dia mengatakan, Majulah BOPDT dan semua stake holder yang bahu membahu memajukan Pariwisata Danau Toba demi memajukan kesejahtraan masyarakat di bonapasogit.
Sementara itu Ketua DPD Sumsel Jimmy Lumban Gaol mengatakan, Dalam kesempatan ini, kami informasikan juga bahwa aktivitas FBBI DPD Sumsel dibawah kepemimpin saya telah berhasil melakukan koordinasi yang baik dengan Pemerintah Propinsi setempat, dengan selalu melibatkan FBBI dalam kegiatan sosial kemasyarakatan diprovinsi,

Lanjutnya, Rencana terlibat dalam Pesta Seni dan Budaya, saat Ultah Propinsi sumsel. Selain itu, selalu memberikan Karangan Bunga diserta 2 boks Aqua kepada Orang Batak yang meninggal dari FBBI Begitu juga mendorong fungsionaris di institusi masing masing agar memelihara semangat membangun Bonapasogit dan Orang Batak di tempat masing-masing,

“Ya, memberikan pelayanan yang prima kepada orang batak oleh petugas yang kebetulan anggota di instansi Samsat, tentu berkaitan dengan layanan kenderaan bermotor.  Tentu ini kami apresiasi, dengan informasi yang memadai maka terhindar dari denda, kesulitan dan kelancaran pelayanan oleh pemerintah dan  Suatu program positif bagi orang batak,” jelasnya (MDN)