Pembakaran gas di sumur minyak BKB 10 dan BKB 227 milik PT BBP

PALI, HS – Sejumlah warga Desa Benakat Minyak, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI mengeluhkan keberadaan sumur minyak milik PT Benakat Barat Potrelium (BBP), kerja sama operasi (KSO) PT Pertamina EP. Pasalnya, selain berada di dekat pemukiman penduduk, produksi sumur minyak yang ada di Desa Benakat Minyak tersebut terkesan kurang pengawasan.

Pantauan di lapangan, tampak di lokasi sumur BKB 10 dan BKB 227 milik PT BBP tidak sempurna dalam pembuangan atau pembakaran gasnya (flaring/filot flame). Akibatnya, gas tersebut beterbangan di udara sehingga menyebabkan udara sekitar menjadi tercemar.

Bahkan, warga sekitar terkadang merasa was-was dan takut menyalakan api jika ingin menghidupkan kompor gas untuk memasak.

“Keberadaan sumur minyak tersebut berjarak sekitar 50 -100 meter dari tempat tinggal warga Dusun 3 Desa Benakat Minyak. Hal ini menyebabkan aktivitas sehari-hari warga menjadi terganggu karena dampak negatif dari polusi udara yang tercemar oleh gas. Sehingga dapat menyebabkan warga terkena batuk pilek dan penyakit saluran pernapasan” ungkap Elmy (28) warga Benakat Minyak.

Menurut Elmy, kondisi ini sudah berlangsung sekitar empat bulan, namun hingga saat ini tidak ada iktikad baik dari pihak perusahaan untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi.

Hal senada juga diungkapkan Situr (27), menurutnya lokasi sumur minyak yang berjarak kurang lebih 100 meter dari rumahnya pernah menyemburkan. Gas yang menyengat dan berterbangan di sekeliling rumahnya.

“Dari pipa gas buangan lokasi sumur BKB 227 itu tak jarang mengeluarkan semburan asap putih yang berbau gas dan berterbangan ke lingkungan kami. Hal ini jelas membuat kami takut. Kami berharap pihak PT Pertamina EP dapat mengawasi dan memperbaikinya lokasi gas buangan ini, karena kalau tidak diawasi kami takut terjadi hal yang tidak diinginkan atas bahaya akibat sumur minyak itu. Kalau bisa sumur ini digeser lokasi operasinya dari pemukiman kami,” pungkasnya.

Sementara itu, Anggit humas PT BBP saat dicoba dikonfirmasi via telpon di nomor 081373232xxx tidak bisa dihubungi atau di luar jangkauan. (MAN)