Warga di Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang antusias mendaftarkan diri untuk ikut di perlombaan yang digelar DKP

PALEMBANG, HS – Lewat Gebyar Ekspresi De’Kape 2017, Dewan Kesenian Palembang (DKP) coba menerbitkan bakat dan seni di kalangan anak usia dini, pelajar, mahasiswa, dan orang dewasa.  Berkeinginan menanamkan kembali nilai-nilai berkesenian tradisional di lingkungan kecamatan adalah tujuan utamanya.

Kamis, 2 Februari 2017, suasana aula persis bersebelahan dengan Kantor Camat Ilir Barat 1 tampak sedikit riuh rendah dengan canda warga yang siap-siap mendaftarkan diri di kegiatan lomba Gebyar Ekspresi De’Kape. Pun dimaklumi, panitia lomba bahkan sibuk menggelar rapat guna membahas seputar persiapan lomba.

“Merindukan generasi mulai dari Taman Kanak-kanak, SD, SMP, SMA/SMK sederajat, dan mahasiswa yang menjunjung tinggi nilai-nilai berkesenian adalah cita-cita sebagian besar para orang tua. Untuk mewujudkan, itu kami dari DKP Insyaallah menyajikan berbagai macam perlombaan yang akan dimulai di Kecamatan Ilir Barat 1,” demikian jelas Vebri Al Lintani, Ketua DKP di sela-sela rapat persiapan bersama event ornanizer kegiatan Gebyar Ekspresi De’Kape.

Peserta lomba sedang mendengarkan arahan dari panitia lomba

Sambung Vebri, ada sebelas kategori lomba yang akan dilaksanakan di setiap-tiap kecamatan yang ada di kota Palembang. Lomba mewarnai, lomba menggambar, lomba melukis, lomba tari kreasi tradisional, lomba memasak, lomba kreasi boneka kokuru, lomba baca puisi, lomba vokal solo, lomba musik akustik, lomba fotografi, dan lomba sketsa On The Spot.

“Jika tak berhalangan, Pak Harnojoyo Walikota Palembang membuka acara perlombaan itu di Kecamatan Ilir Barat 1 hari Sabtu 4 Februari 2017,” Vebri menyebutkan.

Tutur Vebri, lewat perlombaan yang digelar di tiap kecamatan se-kota Palembang diharapkan dapat menjaga dan melestarikan keberadaan seni budaya tradisionil yang kian ditinggalkan.

“Saya berharap kegiatan lomba Gebyar Ekspresi De’Kape, itu betul-betul menjadi mitra bagi pemerintah,” cetusnya.

Vebri pernah berprofesi sebagai jurnalis itu menambahkan, DKP punya visi ingin menjadikan  pendidikan berkesenian yang tetap memertahankan nilai berbasis lokal melalui pengembangan kejernihan nurani dan naluri generasi muda.

Dan, misinya? Tentunya mengenalkan generasi muda tentang keberadaan nilai-nilai seni dan budaya.

“Di sini, kita juga ingin menanamkan semangat juang untuk mengangkat kebudayaan dengan membangun tradisi menyenangkan dan mencerahkan. (RAO)