Pemkab OKI targetkan perolehan PAD Rp5,6 M dari lelang lebak lebung dan sungai (L3S).

Pemkab OKI targetkan perolehan PAD Rp5,6 M dari lelang lebak lebung dan sungai (L3S).

OKI, HS – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel), melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), secara serentak melaksanakan Lelang Lebak Lebung dan Sungai (L3S) di seluruh kecamatan yang memiliki objek L3S di bumi bende seguguk. Untuk lelang kali ini pemerintah menargetkan dapat menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) OKI sebesar Rp5,6 Miliar.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kelautan dan perikanan (DKP) OKI, Hasanudin, saat membuka L3S secara simbolis di Kecamatan Kayuagung. “Kita menargetkan PAD untuk Kabupaten OKI dari hasil L3S ini sebesar Rp 5,6 Miliar, dari jumlah kurang lebih 330 objek lelang yang tersebar di beberapa Kecamatan,” kata Hasanudin, Kamis (24/11).
Menurut Hasanudin, tahun sebelumnya PAD dari L3S ini terealisasi sebesar Rp 5,7 M, dari 267 objek yang terjual.” Biasanya realisasinya bisa over target dari tahun sebelumnya, kita berharap proses lelang di beberapa kecamatan dapat berjalan dengan baik, biasanya di pampangan yang sering terjadi keributan saat proses lelang, mudah-mudahan, lelang kali ini tidak ada yang terjadi keributan,” ungkapnya.
Untuk objek lelang yang belum terjual, nanti akan dilelang kembali untuk tahap kedua, begitu juga untuk hasil lelang yang masih sengketa atau belum selesai, akan di selesaikan di tingkat kabupaten. Pihaknya juga memperingatkan kepada pengemin yang berhasil memenangkan objek lelang, agar tidak melakukan penangkapan dengan cara menyetrum.
Sebelumnya kata Hasanudin, Pemerintah telah  meninjau ulang objek lelang lebak lebung dan sungai (L3S) yang tersebar di beberapa Kecamatan, hal ini karena adanya lokasi objek yang terkena proyek pembangunan, misalnya Proyek Jalan Tol.
”Karena adanya laporan dari pengemin, bahwa objek L3 yang dimenangkanya ternyata terkena timbunan jalur Proyek jalan Tol Kayuagung-Jakabaring, sehingga pengemin mengalami kerugian,” jelasnya.
Bupati OKI, H Iskandar SE, diwakili oleh Wakil Bupati OKI, H M Rifa’i SE, menambahkan untuk peserta yang mengikuti lelang, telah memenuhi persyaratan  yang sudah diatur dalam Perda No 14 tahun 2015, perubahan atas perda no 18 tahun 2010 tentang pengelolaan lebak lebung dan sungai.
“Kita ketahui bersama bahwa hasil dari L3S ini sangat membantu PAD Kabupaten OKI, kita berharap pengemin yang memenangkan objek lelang, tidak mengalami kerugian,” tambahnya.
Pantauan wartawan, pengemin sangat ramai menghadiri proses L3S di Kecamatan kayuagung, salah satu objek lelang, yakni Lebak Teloko yang dibuka dengan harga Rp 80 juta, akhirnya terjual 126 juta, pemenangnya adalah Agus.
Sedangkan di Kecamatan SP Padang, Lebak Mentate 4 Desa Sukaraja dijual dengan harga standar sebesar Rp 74,300.000,- setelah dilelang menjadi Rp 150.000.000. Begitu juga dengan Lebak di Mangun Jaya, harga standar Rp 60 juta menjadi Rp 150 juta.
“Meski kedua objek lelang tersebut melambung tinggi dari harga standar, tetapi lebak lainnya tidak mengalami peningkatan yang tinggi dalam proses pelelangan. Sehingga di tahun ini mengalami penurunan dari Rp 770 juta lebih ditahun kemarin, sekarang hanya Rp 697.600.000,” kata Camat SP Padang, Herliansyah SSTP didampingi Sekcam SP Padang, Agma Yuska STTP, sambil menambahkan dari 39 objek lelang, ada 7 objek lelang yang tidak terjual. (TOM)