img_20161006_121933

Prof Komarudin

PALEMBANG, HS – Tim Seleksi KPU Pusat Mengelar Sosialisasi Calon Anggota KPU dan Bawaslu RI Periode 2017 – 2020 di Graha Bina Praja kamis (6/10).

Tim Seleksi calon anggota kpu dan panwaslu yang dipimpin, Prof Komarudin. Selaku ketua Tim seleksi para calon tersebut.

Menurut Komarudin dalam sambutannya menyampaiakan.dalam pemilihan calon Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu RI saya memastikan akan bersikap independen dan tidak akan terpengaruh terhadap intervensi dari manapun dan akan menjalankan tugas sebaik mungkin.
Dia juga mengatakan. pihaknya akan berusaha menjalankan tugas sebaik mungkin dan tidak akan terpengaruh dengan tekanan dari manapun.

“kalau nanti pada saat proses penyeleksian akan muncul nama atau rekomendasi calon – calon yang memiliki kamampuan tentu itu merupakan hal yang biasa, namun sebagai timsel bekerja bukan karena titipan atau rekomendasi siapapun.” ujarnya

Dia juga menambahkan. Kalau kemudian ada rekomendasi atau titipan sebagai promosi calon-calon yang memiliki kamampuan, tentu kami tidak bisa menghalangi itu, tapi kami bekerja profesional.

“Akan terbuka lebar kepada siapapun yang memiliki kemampuan untuk mengikuti pencalonan, baik di KPU maupun di Bawaslu RI nanti, tapi tetap timsel akan obyektif dalam bekerja.” urainya

Lanjutnya. Jadi bisa kami pastikan tidak ada calon titipan apalagi intervensi dari pihak tertentu untuk meloloskan nama tertentu, kami akan obyektif, tapi kalau ada rekomendasi atau promosi nama saya kira sah-sah saja,” pungkasnya.

Komar juga menerangkan pendaftaran calon anggota melalui online dengan alamat www.kemendagri.go.id yang dibuka sejak 25 September lalu hingga 3 November mendatang. Bagi yang sudah lulus tes administrasi, tes selanjutnya dimulai pada 6 Desember mendatang, dengan rangkaian tes tertulis dengan fokus pemahaman tata kelola pemilu, tes psikologi dengan fokus kepemimpinan dan intergritas, tes kesehatan dengan fokus sehat jasmani, rohani dan bebas narkoba dan terakhir tes wawancara dan dinamika kelompok.

“Jadi, dari sekian banyak anggota akan tersaring 14 calon anggota KPU RI dan 10 anggota Bawaslu,” kata Komar.
Ia melanjutkan dari target calon anggota yang telah lolos seleksi dari tim seleksi yang telah terbentuk, akan diserahkan ke DPR RI dan Presiden.

“Jadi nanti diambil dari 14 calon anggota KPU hanya diambil 7 orang dan 10 calon anggota Bawaslu hanya diambil 5. Untuk penyaringan dari DPR RI kota tidak tahu karena itu sudah menjadi internal DPR RI,” tambahnya.
Selain itu, lanjut Komar jika sudah didapatkan nama-nama yang lolos, maka akan meminta pendapat dari masyarakat, karena menurutnya diharapkan masyarakat untuk memberikan feedback kekurangan kelebihan calon tersebut.

“Kami juga akan survei rekam jejak calon anggota, jika hasil tes bagus, semua bagus, tapi saat kami menjadi pansel dan survei rekam jejak, ketahuan belangnya. Ternyata misalnya didesanya atau di kantornya ada masalah, yang itu ketika kami tes tidak terungkap. Kami akan telusuri dari berbagai jalur,” ucapnya.

Diharapkannya dengan adanya anggota baru diharapkan adalah orang yang tentu punya intergritas, punya pengetahuan tentang pelaksana pemilu Pilkada. Ia menginginkan ada proses regenerasi.

“Jadi yang lama, yang bagus bisa saja dipertahankan. Tapi yang baru, yang bagus juga harus diakomodir,” ujarnya.

“Kita juga berharap siapapun yang terpilih memiliki independensi, harus sadar bahwa siapapun yang menjadianggota KPU dan Bawaslu tekanan kanan kiri itu ada, kalau toh Anda orang parpol, Anda juga berpikir promosikan anggotanya. Tapi persoalannya seberapa kuat tim KPU/Bawaslu itu menjaga independensi nah itu yang kita cari. Kita harus maklumi tekanan itu ada, tapi kita cari yang kuat,” tutupnya.

A. Syarat menjadi anggota KPU dan Bawaslu:

a. WNI
b. Berusia paling rendah 35 tahun
c. Setia pada Pancasila, UUD 45 dan cita-cita proklamasi
d. Mempunyai intergritas, pribadi yang kuat, jujur dan adil
e. Memiliki pengetahuan dan keahlian yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu
f. Berpendidikan paling rendah S-1
g. Berdomisili di wilayah RI
h. Sehat Jasmani dan rohani
i. Mengundurkan diri dari anggota partai politik (paling lambat 5 tahun sebelum waktu pendaftaran), jabatan politik, jabatan di pemerintahan dan BUMN/BUMD
j. Tidak pernah dipidana dengan ancaman pidana 5 tahun atau lebih
k. Bersedia bekerja penuh waktu
l. Bersedia tidak menduduki jabatan politik/pemerintahan/BUMN/BUMD selama masa keanggotaan
m. Tidak berada dalam satu ikatan perkawinan dengan sesama penyelenggara Pemilu.
B. Jadwal dan Alur Proses Seleksi Calon Anggota KPU/Bawaslu:

B.Tahap I:

1. Masa pendaftaran 25 September-3 November 2016
2. Penelitian administrasi 15 November-22 November 2016
3. Pengumuman hasil penelitian administrasi 25 November 2016
Tahap II:
1. Tes Tertulis 6 Desember 2016
2. Tes kesehatan 7-10 Desember 2016
3. Tes psikologi 7-10 Desember 2016
4. Penilaian makalah oleh ahli independen 7-9 Desember 2016
Tahap III:
1. Pemeriksaan kesehatan lanjutan 16-17 Januari 2017
2. Dinamika kelompok calon 18-19 Januari 2017
3. Wawancara calon Bawaslu 20-21 Januari 2017
4. Wawancara Calon KPU 23-25 Januari 2017
C. Materi Seleksi

C. Jenis tes :

Tes tertulis (pemahaman tata kelola pemilu)
Tes psikologi (kepemimpinan dan intergritas)
Tes kesehatan (sehat jasmani, rohani dan bebas narkoba
Wawancara dan dinamika kelompok (intergritas, independensi, kompetensi dan kepemimpinan

D. Tata cara pendaftaran

1. Buka website www.kemendagri.go.id
2. Klik logo tim seleksi KPU-Bawaslu RI pada kanan website kolom tautan
3. Download file yang Anda inginkan
4. Penyerahan dokumen
E. Tata cara penyerahan dokumen:
1. Dokumen sapat diserahkan langsung kepada sekretariat tim seleksi di kementerian dalam negeri Gedung F Lantai 3 Jalan Medan Merdeka Utara No 7 Jakarta Pusat dimulai tanggal 25 September-3 November 2016 pukul 16.00 WIB
2. Dapat dikirim melalui POS di PO.BOX 555 Jakarta 1000 dimulai tanggal 25 September-2 November 2016 pukul 16.00 WIB.(MDN)