Penyerahan petaka BI dari Ketua Umum yang lama,Ade Chandra ke Ketua Umum terpilih Gita Riarita.

Penyerahan petaka BI dari Ketua Umum yang lama,Ade Chandra ke Ketua Umum terpilih Gita Riarita.

PALEMBANG, HS – Gita Riarita terpilih sebagai Ketua Umum Blazerian Indonesia (BI)) periode 2016-2019 saat Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 BI yang diadakan di Kota Palembang, Ahad 8 Oktober 2016.

“Alhamdulillah, Munas ke-2 Blazerian Indonesia yang digelar di Palembang berjalan sukses. Pokoknya Palembang patut diacungkan jempol,” kata Gita Riarita, Ketua Umum BI kepada HALUAN SUMATERA, Senin (10/10).

Ia menyebutkan, member Blazerian Indonesia bahkan telah melaksanakan pemilihan Ketua Umum dengan damai dan secara demokratis.

“Terima kasih atas kepercayaan kepada saya untuk memimpin rumah BI yang sederhana dan syahdu ini untuk tiga tahun ke depan,” ujar Gita.

Bagi Gita, kepercayaan ini adalah sebuah penghormatan yang besar dan ini bagian tugas berat dalam memenuhi harapan para member BI. Di mana kepengurusan yang akan dipilih nanti adalah para member yang memiliki potensi dan daya juang dalam membesarkan BI.

“Itu semua belum cukup tanpa diikuti keikhlasan dan kemauan dari saudara-saudara pengurus untuk mengabdikan diri bagi kepentingan BI,” tuturnya.

Gita Riarita Ketua Umum Blazerian Indonesia (BI)) periode 2016-2019.

Gita Riarita Ketua Umum Blazerian Indonesia (BI)) periode 2016-2019.

Seperti kata pepatah untuk bisa direnungkan oleh member BI.

“Bertelingkah antan di lesung, ayam juga yang kenyang (perselisihan faham antara dua saudara tentang sesuatu, orang lain yang diuntungkan-red). Ini sedikit gambaran, mari kita hindari, jangan sampai terjadi. Saya yakin saat ini adalah momentum bagi BI untuk semakin solid dan berkembang,” Gita menjelaskan.

Sekadar membalik kisah, Jumat, 8 Oktober 2016, 17 chapter se-Indonesia tampak silih berganti berdatangan ke De Premium Hotel Palembang tempat pelaksanaan kegiatan BI selama dua hari.

Kamil Syah, Ketua BI Chapter Palembang kepada HALUANSUMATERA menyebutkan, momentum Munas ke-2 BI ini dimanfaatkan guna mempromosikan semua potensi wisata yang ada di kota Palembang.

“Kita sudah survei objek-objek wisata apa saja yang bakal didatangi. Tentunya tidak akan jauh-jauh dari Jembatan Ampera, Benteng Kuto Besak, dan pusat pengrajin songket di kawasan Tanggo Buntung,” kata Kamil, Kamis (6/10).
Acara kunjungan wisata itu, tambah kamil, diakhiri di Jakabaring Sports Center (JSC). Ketenaran Stadion Gelora

Jakabaring rupanya sudah membuat banyak anggota komunitas BI penasaran ingin datang langsung. Sebab itu, BI Palembang akan mengajak mereka datang ke sana supaya menjawab rasa penasaran tersebut.

Ucap Kamil, BI Palembang sebenarnya ingin mengajak rekan-rekan lain dari Indonesia untuk datang ke banyak objek wisata di Palembang. Namun, karena beberapa alasan, objek wisata yang didatangi adalah objek yang tidak terlalu jauh dari pusat kota. Ini dikarenakan anggota BI dari beberapa provinsi yang akan datang tidak memiliki banyak waktu untuk berlama-lama di Palembang.

“Kita berharap, pengenalan objek wisata nanti bisa membuat teman-teman semakin tertarik untuk datang ke Palembang. Sebab itu, Munas nanti tidak hanya berisikan acara resmi saja,” kata ayah dua anak ini.

Kamil mewakili rekan-rekannya berharap supaya bisa membuat BI lebih solid dan kompak. Apalagi, komunitas ini termasuk salah satu komunitas yang usianya tidak muda lagi. Untuk pusat, BI sudah ada sejak tahun 2012, sementara di Palembang terbentuk satu tahun kemudian. Dengan usia itu, besar harapan komunitas ini terus ada karena manfaat dengan adanya komunitas benar-benar dirasakan oleh paraanggotanya.

“Dengan komunitas inilah kita bisa saling berbagi hal dan informasi seputar mobil Blazer. Apalagi, mayoritas mobil ini sudah tak diproduksi sehingga sharing informasi sangatlah diperlukan,” katanya. (ERS)