PALEMBANG,HS -Gubernur sumatera selatan (Sumsel) rencananya  akan menutup salah satu badan usaha milik daerah ( BUMD) yang ada disumsel apabila tidak mampu lagi dipulihkan dan belum juga memberikan kontribusi besar bagi pendapatan asli daerah (PAD) saat ini.

Memang perlu dibenahi lagi Prodexim itu, tapi jika memang tidak bisa lagi, ya kami akan likuidasi (ditutup),” ujar alex di pemprov sumsel kamis (20/10).

Dia menambahkan. Sedangkan untuk( BUMD)  yang belum berkontribusi sesuai target maka pihaknya akan mendorong terus agar dapat tercapai target. Serta Untuk PD Swarna Dwipa itu sudah baik sampai saat ini sudah sesuai dengan target yang ditentukan,

“Jadi ini terus kami kejar agar realisasi PAD untuk tahun ini dapat tercapai sesuai target,” katanya

Sementara itu Direktur Utama (Dirut) PD Swarna Dwipa, Augie Bunyamin mengklaim bahwa saat ini pihaknya telah menyetorkan kontribusi sampai dengan triwulan III. Menurutnya, ketidak tercapaian kontribusi tersebut dikarenakan kesibukan dari manager keuangan sehingga belum sempat menyetorkan kontribusi kepada Pemprov.

“Total kami menyetor sampai saat ini sudah sekitar Rp 700 juta, tinggal pelunasan sesuai target kontribusi yang telah ditetapkan,” pungkasnya.

Lanjut Augie. Untuk pelunasannya sendiri,, baru akan dilakukan setelah dilakukannya audit terhadap PD Swarna Dwipa, hal tersebut dikarenakan, jika dilunasi sebelum dilakukan audit maka bila terdapat kelebihan setoran tidak dapat dikembalikan kembali. Karena itu, harus menunggu hasil audit terlebih dahulu.

“Seperti contoh jika kami melunasi kontribusi Rp 1,4 miliar  padahal targetnya hanya Rp 1,3 miliar  maka sisa kontribusi tersebut tidak dapat diambil dan masuk kedalam kas daerah. Karena itu harus nunggu hasil audit, dan audit ini biasanya dilakukan pada awal tahun sekitar bulan Februari,” tegasnya.

Dia menjelaskan, sejak kepemimpinan dirinya sebagai Dirut PD Swarna Dwipa, kontribusi terhadap PAD Sumsel selalu meningkat. Seperti ditahun 2009 kontribusi ditarget yakni sebesar Rp 400 juta, kemudian ditahun 2010, kontribusi mengingkat sekitar 600 juta.

Pada tahun 2011 kontribusi menjadi Rp 700 juta, kemudian pada tahun 2012 kontribusi menjadi Rp 900 juta, pada 2013 kontribusi menjadi Rp 1,1 miliar, dan pada 2016 ini kontribusi yang diberikan ke PAD Sumsel menjadi Rp 1,3 miliar. Kontribusi ini, meliputi unit usaha PD Swarna Dwipa yang sebanyak 7 unit diantaranya, Swarna Dwipa Hotel, Residence, Mess Pertiwi, dan beberapa unit lainnya.

“Untuk tahun kami tengah membangun fokus pada pembangunan Hotel Syariah,” tutupnya.(MDN))