PALEMBANG,HS – Gubernur Sumsel Alex Noerdin secara resmi menyerahkan Hibah Aset Pemprov Sumsel berupa Bangunan Gedung Blok Hunian Warga Binaan Rumah Tahanan Kelas 1 Palembang berada di Rutan Pakjo kepada Kanwil Kementrian Hukum dan HAM di ruang rapat Gubernur Sumsel, Jumat (5/5).

 

Penyerahan tersebut dilakukan dengan penandatanganan MoU antara Gubernur Sumsel Alex Noerdin bersama Kepala Kanwil Kementrian Hukum dan HAM Provinsi Sumsel, Dr. H Sudirman D. Hury.
Gedung Blok Hunian Warga Binaan Rumah Tahanan kelas 1 Palembang terdiri dari 2 ruangan dengan ukuran 6×6 Meter persegi dan 2 ruangan ukuran 6×3 Meter. Sebelumnya pembangunannya tahun 2016 tanggal 10 Juli 2016 hingga 14 November 2016.

 

Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyampaikan saat masih menjadi Bupati MUBA, Dia pernah mengujungi lapas Sekayu. Menurutnya, lapas disana itu sangat miris, ruangan gelap, panas bahkan jatah air bagi para Nara Pidana (napi) masing-masing 1 botol untuk tiga hari.

 

“Bagaimana bisa, jelas tidak mandi mereka. Tentu saya marahi semua petugas lapas. Oleh karena itu, yang pertama menghubungi saluran air bersih, ruangan-ruangan diperbaiki, dibelikan alat perlengakapan olahraga, pasang TV diruangan pertemuan. Setelah dua bulan napi merasa senang,”ujarnya. “Memang salah mereka masuk kesana, namun yang jelas mereka harus diberikan kesempatan kedua untuk memperbaiki diri karena mereka juga manusia,”katanya.

 

Oleh karena itu, Orang nomor satu di Sumsel menegaskan agar fasilitas dirutan untuk jadi perhatian. “Yang pertama adalah air bersih kemudian ruangan diperbaiki, berikan alat perlengkapan olahraga serta pasang TV diruangan pertemuan,”terangnya.

 

Kebutalan disini ada Komisaris Utama Bank Sumsel Babel, Yusri Effendy. Nanti, lanjut Alex, dia yang akan menghimpun dana bantuan dari Bank-bank yang ada di Provinsi Sumsel. “Bahwa untuk mengurangi penderitaan sesama manusia besar pahalanya,”pungkasnya.

 

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementrian Hukum dan HAM Provinsi Sumsel, Dr. H Sudirman D. Hury mengucapkan terima kasih banyak kepada Gubernur Alex Noerdin beserta jajaran Pemprov Sumsel yang telah memberikan suatu hal yang sangat bermakna bagi Kanwil Kementerian Hukum dan HAM.

 

“Saya laporkan bahwa khususnya rumah tahanan kelas 1 Palembang saat ini dihuni 1.624 warga binaan kemasyarakatan, baik napi, maupun tahanan yang merupakan titipan dari kepolisan, pengadilan dan kejaksaan.

 

Disamping itu juga, Sudirman meminta bahwa khususnya bagi lingkungan lembaga kemasyarakatan dan rumah tahanan agar air dan listrik tidak ada tersendat dan pemadaman.

 

“Saya meminta kepada pihak Perusahan Listrik Negera (PLN) mohon perhatian penuh agar jangan adanya pemadaman listik lebih dari 2 atau 3 jam. Karena ini sangat-sangat rawan bagi kami. Pasalnya, ini bisa membuat pemicu mereka yang didalam untuk mencari-cari celah apa yang harus dilakukan untuk melawan secara tidak langsung. Jadi kalau tidak ada hal semacam itu seperti air tersendat dan listrik padam maka tidak adanya ricuh yang luar biasa,” ujarnya.

 

Dia juga mengungkapkan, pembinaan warga binaan tidak cukup hanya Kementrian Hukum dan HAM tapi harus ada sinergi keterpaduan masyarakat, pemerintah daerah dan juga warga binaan itu sendiri. “Agar lebih efektif dan tercapailah Reintegrasi sosial yang menjadi konsep kami melakukan pembinaan terhadap saudara-saudara yang berada didalam sana,”katanya.

 

Selain itu juga, Dia juga berharap tidak hanya dirutan kelas 1 palembang akan tetapi di lemabga pemasyarakatan kelas 1 merah mata dan lainnya menjadi perhatian penuh.

 

Lanjut Sudirman menjelaskan, dari sekian banyak warga binaan kemasyarakatan bahwa 60 persen lebih merupakan kasus narkoba. “Nah ini persoalan bangsa tidak hanya persolan kami dan tidak hanya persoalan Pemprov Sumsel. Oleh karena itu, Pada kesempatan yang baik ini saya sampaikan kepada Pak Gubernur agar mensinergikan untuk supaya di Sumsel seperti masalah nakroba lebih diatasi lagi karena ini akan merusakan generasi-genarasi yang akan datang,”pungkasnya.(rilis humas pemprov)