Foto (IST)

PALEMBANG,HS – Kabut asap menyelimuti wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) dalam beberapa hari terakhir. Diduga, asap berasal dari daerah tetangga. Seperti diketahui, Sumsel berbatasan dengan Jambi, Bengkulu, Lampung dan Riau.

“Sumsel itu zero asap. Jadi kabut asap yang terjadi merupakan kiriman dari tetangga,” kata Gubernur Sumsel Herman Deru saat mengunjungi Samsat Sumsel di Palembang, jumat (5/10/2018).

HD tidak menapik adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel. Karhutla itu terjadi di lahan yang tidak produktif. Untuk itu, Pemprov Sumsel akan membuat perda agar lahan yang tidak produktif segera diaktifkan. Sehingga karhutla dapat dicegah dan tentunya bermanfaat bagi Sumsel.

“Kami akan buatkan perdanya,” pungkasnya

Sebelumnya, Kasi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Klas I Kenten Palembang Nandang Pangaribowo menjelaskan bahwa udara kabur atau haze merupakan kabut radiasi akibat campuran debu, asap kendaraan bermotor, asap limbah rumah tangga, dan asap karhutlah.

Asap tersebut terakumulasi bercampur naik hingga udara atas. Biasanya asap turun pada malam hari hingga dini hari. Terlebih lagi sejak 10 hari terakhir, Palembang dan sekitar belum mendapatkan curah hujan di atas 50 mm. Sehingga proses akumulasi asap gampang terjadi.

“Tapi nilai ISPU kami sedang. Yakni, 50-150 Mikron/gram. Artinya masih normal,” tutupnya