PALEMBANG,HS – Untuk meningkatkan pendapatan kereta api ringan atau
Light Rail Transit (LRT) yang ada di Sumatera Selatan maka kedepan direncanakan akan dibuat Badan Pengelola LRT.
“Ya, ditargetkan 2019 mendatang akan ada Badan Pengelola LRT,” kata PPK LRT Sumsel Kementerian Perhubungan RI Suranto usai Rapat Pembahasan Kemajuan Konstruksi dan Operasi Sarana dan Prasarana Proyek Light Rapid Transit (LRT) Provinsi Sumsel, Jumat (9/11/2018).
Ia mengatakan, terkait untuk Badan Pengelola LRT saat ini masih dalam pembahasan. Nantinya masih dibawah wewenang dari Kementerian Perhubungan RI.
“Badan Pengelola LRT ini nantinya yang akan mengelola LRT misal   dari tiang LRT, bisa digunakan untuk iklan-iklan. Begitu juga dengan di dalam stasiun yang bisa digunakan untuk tenant dan lain-lain,” jelasnya.
Menurutnya dengan begitu bisa mendatangkan pemasukan yang tujuannya untuk menunjang biaya operasional. Hal ini perlu dilakukan lantaran tidak bisa selalu bergantung dengan subsidi dari pemerintah. Terlebih untuk biaya listrik saja dalam satu bulan itu Rp 7 Miliar – 9 Miliar.
“Kalau untuk sekarang masih disubsidi perintis. Tahun depan juga masih, tahun-tahun berikutnya belum tahu infonya hanya 3 tahun pertama. Untuk itu dengan adanya Badan pengelolaan ini setidaknya bisa memberi masukan pendapatan,” tutupnya