PALEMBANG,HS – Pemprov Sumsel Saat ini terus menggali pendapatan asli daerah dengan potensi pajak kendaraan bermotor atau (PKB) mengingat saat ini masih banyak Wajib Pajak yang belum membayar pajak kendaraannya (Nunggak Pajak),

Hal ini diungkapkan Kepala Bappeda Sumsel, Ekowati Retnaningsih, dalam Rapat Pembahasan Penyusunan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plapon Anggaran Sementara (KUA/PPAS) Tahun Anggaran 2018, di ruang rapat setda, Rabu (22/3).

“Ya, rapat tadi Membahas proyeksi pendapatan karena masih banyak potensi pajak kendaraan baik roda empat maupun roda dua,”jelasnya.

Ia menambahkan, banyak piutang PKB di masyarakat, ini yang akan dicari solusi dan strateginya, bagaimana cara akan dilakukan

“Nanti juga rencananya, akan dilaksanakan rapat gabungan bersama dirlantas dan lainnya.”ujarnya

Dia juga mengakui, Bahkan sekitar 50 persen dari jumlah kendaraan di Sumsel belum membayar pajaknya. Nah, sebelum itu, akan ada evaluasi, mengenai jumlah kendaraan secara pastinya, apakah unitnya masih ada atau tak ada lagi.

Hasil dari validasi data nanti, akan menjadi acuan bagi Badan Pendapatan Daerah guna menggejar wajib pajak yang belum melunasi kewajibannya.

Terkait alasan masyarakat karena kondisi ekonomi masih sulit, Ia menyebutkan orang tak bayar pajak belum tentu (sulit keuangan,red), bisa saja mereka (wajib pajak,red) tak punya waktu atau lupa saja.

Ia juga mengatakan, Pihaknya terus optimisme di tahun 2018 nanti. Terkait ada peluang APBD 2018 lebih baik dari APBD 2017 sebesar Rp 8,3 triliun,

“iya ada, potensi itu memang ada, sekarang bagaimana strategi yang akan diterapkan. Untuk itu, ada pembahasan KUA/PPAS 2018 di awal 2017 ini.