Saat ini harga cabai di Solok selatan bertahan di angka Rp 70 ribu

Saat ini harga cabai di Solok selatan bertahan di angka Rp 70 ribu

PADANG ARO, HS – Harga komoditas cabai merah di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), masih bertahan pada Rp70 ribu perkilogram karena pasokan kurang.

“Meskipun harga cabai tinggi, kita hanya bisa melakukan pemantauan karena tidak ada program operasi pasar untuk mengendalikan harga cabai dengan Bulog, yang ada hanya pengendalian harga beras,” kata Kepala Seksi Perlindungan Konsumen, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Solok Selatan, Arnonsyah di Padang Aro, Selasa.

Ia mengatakan pada minggu ketiga Oktober 2016 harga cabai sempat turun sebesar Rp10 ribu dari Rp80 ribu menjadi Rp70 ribu, dan bertahan hingga sekarang.

Berdasarkan pantauan hari ini katanya, di Pasar Pakan Selasa harga cabai merah masih di kisaran Rp70 hingga Rp75 ribu perkilogramnya.

“Harga cabai ini masih cukup tinggi dan belum ada tanda-tanda akan turun hingga akhir Oktober,” katanya.

Ia menyebutkan pasokan cabai untuk Solok Selatan masih bergantung pada daerah lain seperti Kerinci Provinsi Jambi dan Alahan Panjang Kabupaten Solok.

Sedangkan untuk tanaman cabai petani Solok Selatan katanya, luasnya tidak seberapa dan kebanyakan di serang penyakit sehingga hasil panennya sangat minim.

Salah seorang petani cabai Deri (24) mengatakan, tanaman cabai cukup banyak penyakitnya mulai dari ditanam hingga memasuki masa panen.

“Sekarang tanaman cabai saya baru 50 hari, tetapi sudah mulai tampak pucuknya keriting sehingga harus dicabut dan segera diganti dengan yang baru supaya tidak menular ke yang lainnya,” kata dia.

Selain itu katanya, saat baru ditanam juga banyak musuh seperti siput yang memakan batangnya sehingga cabai mati.

Untuk tanaman cabai katanya, harus tiap hari dilihat dan bila dilihat ada tanda kerusakan harus segera diberi insektisida atau diganti dengan yang baru.

Seorang ibu rumah tangga Delta (41) mengatakan harga cabai memang sudah turun tetapi masih cukup tinggi sehingga pembelian dikurangi dari biasanya.

“Cabai menjadi kebutuhan utama sehingga semahalpun harganya tetap di beli tetapi jumlahnya yang dikurangi,” katanya.

Dia berharap harga cabai merah ini terus turun dan kembali normal sehingga tidak terlalu memberatkan ibu-ibu guna kebutuhan rumah tangga.

Sementara itu Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Zigo Rolanda meminta pemerintah setempat untuk mengatasi harga cabai yang terus melonjak, dan menjaga pasokan tetap stabil di pasaran.

“Beberapa bulan belakangan ini harga cabai merah melonjak tinggi, naik turun tidak menentu sehingga menyulitkan masyarakat,” kata dia di Padang, Senin.

Ia mengatakan naiknya harga bahan pokok sudah umum karena permintaan banyak sedangkan pasokan sedikit, namun hal itu tentu dapat diantisipasi pemerintah dengan mengatur pasokan.

Pemerintah bisa mengatur musim tanam dan musim panen agar ketika permintaan banyak pasokan juga mencukupi sehingga harga tetap stabil. (ANTARA)