PALEMBANG,HS – 46 desa di Sumatra Selatan belum menikmati listrik. Padahal, PT PL Wilayah Sumatra Selatan, Bengkulu dan Jambi baru saja memperingati Hari Listrik Nasional ke 74, Senin (28/10). Namun, di Sumsel rasio elektrifikasi baru mencapai 98 persen. Berbagai kendala menjadi hambatan PLN untuk memenuhi rasio elektrifikasi menjadi 100 persen.

General Manager PT PLN S2JB Daryono menuturkan rasio elektrifikasi di Sumsel baru mencapai 98 persen, dimana masih ada 46 desa yang belum teraliri listrik hingga saat ini.

Namun di akhir 2019 ini, rencananya 16 desa akan teraliri listrik. Sebarannya ada 6 desa di Banyuasin, 7 desa di Musi Banyuasin, 1 desa di Ogan Ilir dan 2 desa di OKU Selatan.

“Tahun ini kita targetkan 27 desa menyala, 11 desa sudah dialiri listrik. Tinggal 16 desa menyusul hingga akhir tahun ini,” jelasnya usai Peringatan Hari Listrik Nasional ke 74, Senin (28/10/2019).

Ia menjelaskan, 27 desa yang ditarget menyala ditahun ini tidak ada masalah, hanya memang dalam proses. Sementara desa yang menurut PLN bermasalah, ada 30 desa lagi. Dimana 4 diantaranya berada di kawasan hutan lindung. Yakni 2 desa di Musi Banyuasin dan 2 desa lagi di Banyuasin.

“Untuk daerah ini, kami tidak bisa melakukan pengaliran listrik, karena ada aturan yang berlaku dari pemerintah pusat. Karenanya kami meminta kepada ESDM untuk membantu, salah satunya dengan menyediakan PLTS di desa tersebut,” pumgkasnya

Selain itu, juga ada masalah yang cukup berat yakni desa-desa yang berada di kawasan perairan. Seperti di Ogan Komering Ilir dimana sulit bagi PLN untuk memasang infrastruktur listrik. Karena itu, ditarget 2020 mendatang desa-desa yang berada di perairan dapat teraliri listrik.

“2020 nanti kita usahakan agar 100 persen desa teraliri listrik,” tuturnya.

Sejauh ini, kata Daryono, pihaknya mencatat di desa-desa yang belum teraliri listrik tersebut sudah menggunakan genset di setiap rumahnya.