Ustad Muhammad Ali sedang menyampaikan ceramah tentang hikamah hijrah

Ustad Muhammad Ali sedang menyampaikan ceramah tentang hikmah hijrah

PALEMBANG, HS – Ratusan jemaah mushalla Baitul Makmur di Kompleks Griya Cipta Sejahtera, RT 10, RW 05, Macanlindungan, Kelurahan Bukitbaru, Ilir Barat 1 memeringati perayaan Tahun Baru Islam 1438 Hijriah, Sabtu (9/10) pukul 19.30 Wib.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Ustad Taufiq.  Kali ini ceramah tentang hikmah Tahun Baru Islam disampaikan langsung Ustad Muhammad Kemas Ali.

“Jingoklah Benteng Kuto Besak, itu muatannyo biso 30 ribu wong, Pak. Karenanya ini kewajiban bagi umat Islam untuk memeriahkan Tahun Baru Islam,” Ali berkisah.

Menurutnya, Allah SWT telah memerintahkan bahwa siapa yang mau keluar dari rumah guna menuntut ilmu, maka ia dicatat sebagai fisabilliah.

“Langsung masuk surga, tapi jangan disengaja,” cetusnya.

122

Tak sampai di situ, lanjut Ali, ada dua sifat manusia yang sering terjadi yaitu rasa salah dan lupa. Namun begitu, para majelis-majelis di Mushalla Baitul Makmur ini adalah bagian dari taman surga.

“Rasulullah juga mengajarkan jangan mengeluarkan makanan dan minuman saat ceramah,” ujar Ali seraya berkata tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat.

Ali mencontohkan, sekarang banyak sekali umat Islam yang tidak tahu makna Tahun Baru Islam. Boleh dikata hampir 1000 jumlah mesjid di Palembang. Tak banyak yang memberikan ucapan selamat Tahun Baru Islam.

“Nah, coba kalau tahun baru 1 Januari nanti. Pasti banyak yang meramaikannya,” ucapnya.

Untuk itu, harusnya di Tahun Baru Islam 1438 Hijriah, dimeriahkan dengan kegiatan-kegiatan yang bernuansa religius dan Islami. Seperti, lomba pembacaan ayat-ayat pendek, lomba azan, dan lainnya.

“Malu dalam jiwa raga kita, makanya dalam memeriahkan Tahun Baru Islam ada yang membuat macam masakan dan menu-menu lainnya. Itu menunjukan bahwa umat Islam tidak miskin,” tutur Ali.

Pun dalam ajaran Islam, hendaknya menyelesaikan rumah tangga dengan cara berjemaah.

1

“Misalnya, ada 120 kepala keluarga di kompleks perumahan ini, jika dikalikan Rp 100 ribu per kepala keluarga, kita bisa memperoleh sumbangan Rp 12 juta. Inilah keprihatinan kita,” katanya.

Dalam Islam tidak ada yang namanya begadang dalam memeriahkan tiap malam tahun baru masehi. “Lihatlah akhir tahun banyak umat Islam yang tidak menunaikan shalat Subuh. Hijrah ini adalah bermakna hijriah. Berhenti dari satu tempat. Jadi, makna sesungguhnya tahun baru Islam yaitu berpindah atau hijrah. Makna hijrah itu ketaatan, kalau kita suka maksiat, mari hijrah ke tobat. Ngapo shalat di rumah, mari kita shalat di mushalla,” dijelaskan Ali.

Syaiful Bahri, Ketua RT 10 RW 05, Perumahan Griya Cipta Sejahtera, Macanlindungan kepada HALUAN SUMATERA menyebutkan,  dengan adanya siraman rohani di peringatan Tahun Baru Islam ini diharapkan bisa mempertebal nilai-nilai keimanan dan ketakwaan jemaaah Mushalla Baitul Makmur.

“Insyaallah jemaah mushalla bisa mengabil hikmah yang disampaikan Ustad Ali,” ujarnya singkat. (ERS)