PALEMBANG,HS – Sejumlah guru dan Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Palembang kembali meminta Hasanudin untuk menakhodai organisasi guru tersebut di periode 2020-2025. Pasalnya, dimasa jabatannya berbagai terobosan dan program yang digulirkan.

Kepercayaan dan dukungan para guru dan penguruslah yang membuat Hasanudin kembali maju dalam Konferensi Cabang (Konfercab) PGRI Palembang pada 29 Februari 2020 mendatang.

“Kenapa saya ingin kembali mencalonkan diri? Karena ada berbagai pertimbangan. Pertama permintaan anggota PGRI Palembang baik dari tingkat ranting maupun cabang,” ujar Ketua Umum PGRI Kota Palembang Hasanudin, Rabu (12/02/2020).

Dikatakannya,  beberapa guru yang kini tahu dan merasakan perjuangan PGRI Palembang juga turut mendukungnya untuk kembali memimpin periode selanjutnya.

Hal tersebut menjadi amanah dan dukungan besar bagi Hasanudin untuk tidak mengecewakan pada pendukungnya.

Selain kepemimpinannya dipuji oleh PGRI Sumsel, pihaknya tetap berkomitmen untuk menyelesaikan berbagai Pekerjaan Rumah (PR) yang belum diselesaikan diperiode yang akan habis ini. Sehingga semua program bisa tuntas. “Tidak ada kepentingan lain, karena sejak awal saya berjuang untuk guru. Saya sudah berkordinasi dengan berbagai stakeholder dan dukungan itu lah yang kemudian semakin menguatkan,” urainya.

Disinggung mengenai adanya muncul rival lama yang akan siap bertarung di Konvercab PGRI Palembang diakhir Februari 2020 mendatang?. Menurutnya, hal tersebut perlu diapresiasi sebagai organisasi yang demokratis dan memiliki visi dan misi untuk perjuangan guru.

“Konvercab sebagai forum tertinggi yang diatur dalam AD/ART semestinya digelar pada Juli 2019 tapi adanya penundaan hingga Februari 2020. Nantinya ada tiga program yakni selain ada Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pembahasan program dan pemilihan. Pemilih dari cabang dan juga ranting serta suara PC. Lebih dari 400 an pemilih nantinya,” ujarnya.

“Harapan saya cuma satu dalam Konvercab PGRI Palembang nanti yaitu demokrasi tetap berjalan. Ada calon lain? Kenapa tidak. Karena PGRI membutuhkan orang-orang yang handal. Biarlah nanti forum pemilihan yang menentukan,” pungkasnya.