PALEMBANG,HS – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru ingin membuat suatu gebrakan baru yaitu sambangi kota, sambangi kabupaten. Hal ini HD sampaikan saat silaturahmi sekalgius singkronisasi program pembangunan pemerintah Provinsi Sumsel dengan Pemkot Palembang di kediaman pribadi HD.
“Saya ingi membuat suatu gerakan sambangi Kota dan Kabupaten. Jadi kita yang menyambangi ke daerah-daerah,” ujar HD saat memberikan kata sambutan, Kamis (24/1/2019).
Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa sesuai dengan kebiasanyanya dan juga Pak Wali, kalau berbicara pembangunan itu inginnya yang otentik, rinci dan kongkrit. Sehingga setiap kebijakan yang dibuat ada manfaat langsung bagi masyarakat.
“Belajar dari pengalaman maka bagi saya perlunya singkronisasi untuk memajukan Sumsel. Kita tidak bisa sendiri tapi harus bersama-sama Dari berbagai potensi 17 Kabupaten/Kota inilah kekuatan kita,” ungkapnya.
HD pun bercerita sewaktu ia menjabat sebagai Bupati OKU Timur dalam benaknya, dari 17 Kabupaten/Kota 20 persennya penduduk di Palembang.Jadi alangkah beruntungnya Palembang bersandingan langsung dengan Provinsi. 
“Namun ketika setelah saya dilantik saya cari fakta tak sederhana yang saya pikirkan. Bahkan Pemerintah kota membangun dengan kemandirian dan juga Kota modern yang informasinya tidak bisa ditutupin. Untuk itu kita awali gerakan ini dengan transparan,” cetusnya.
Ia pun merasa senang bahwa Pak Walikota menyampaikan keluhannya. Tapi terkadang ada kelemahan yang tak terlihat, makanya ia pun kadang datang khusus seperti saat acara peresmian RPH, pentingnya halal dan gizi.
“Ini awal penyamaan persepsi, kita juga harus tahu dampak kebijakan. Misal soal sungai Sekanak untuk penyederhanaan, bisa pakai dana Bank Sumsel Babel. Sebagai pemegang saham pengendali, Nnanti akan saya koordinasikan,” katanya.
Lalu untuk banjir, menurut HD ia merasakan langsung. Kalau hujan lebih dari 3 jam, Palembang stuck seperti di R Sukamto, IBA, dan titik-titik lainnya. Untuk itu Pak Wali sudah mencarikan solusi. 
“Kita sebagai pemerintah cari Pendanaan dan pengerjana, lalu edukasi masyarakat. Kita juga butuh bantuan ulama karena mereka banyak didengar jemaahnya. Saya apresiasu ustadz-ustadz untuk sosialisasi di masjid-masijd,” ujarnya 
Untuk OPD-OPD juga harus kerja kongkrit, turun kelapangan. Lalu jangan gensi juga untuk saling mengikuti program yang ada misal kalau Pak Wali Salat Subuh HD juga ikuti dan kalau HD salat Jumat maka Pak Wali juga turut salat Jumat. 
“Melalui pertemuan ini, jangan egois setelah pimpinan bertemu langsung la ada tindak lanjut. Jangan gengsi datang, kita saling butuh antara Kabupaten/Kota. Sejatinya saya mau nolong, maka kita sepakati Sumsel Maju,” tutupnya