PALEMBANG,HS – Gubernur Sumsel H Herman Deru mengharapkan pembangunan di sektor pertanian mampu menekan angka kemiskinan Sumsel yang masih diatas angka kemiskinan nasional yakni 13 persen. Deru mengatakan sektor pertanian memberikan kesempatan bagi warga Sumsel untuk memiliki pekerjaan dan pendapatan.
“Saya optimis, sektor pertanian bisa mengurangi angka kemiskinan di Sumsel yang masih di angka 13 persen. Jauh diatas angka nasional yang mencapai 9 persen. Jika digarap serius, sektor ini bisa menekan angka kemiskinan,” kata Deru saat menyampaikan kata sambutannya di acara Rakor Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) di Hotel Aryaduta, Kamis (6/12/2018).
Ia mengatakan pemanfaatan lahan rawa sebagai lahan pertanian sangat potensi diterapkan di Sumsel. Sebab, luas lahan rawa di Sumsel mencapai 1,1 juta hektar. Sehingga, jika dimanfaatkan keseluruhannya bisa menghasilkan jutaan ton beras serta menyerap jutaan tenaga kerja.
“Kami akan mendorong melalui Perda alih fungsi lahan pertanian. Dimana, tidak boleh ada alih fungsi tanpa tujuan yang jelas. Saya sudah terapkan itu saat menjadi Bupati OKU Timur dan terbukti bisa mempertahankan produksi pertanian,” pungkasnya
Ua berharap program Serasi di Sumsel bisa berjalan optimal sehingga mengembalikan predikat Sumsel sebagai daerah Lumbung Pangan Nasional.
“Produksi kita masih kalah dengan lima provinsi lainnya. Kami harap program ini bisa berjalan optimal agar mengembalikan lagi citra Sumsel sebagai lumbung pangan nasional,” tutupnya
Sementara itu Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman meminta untuk semua stakeholder baik itu Gubernur, kepolisian maupun TNI untuk mengawal program Serasi ini. Ini merupakan program pemerintah yang penting.
“Program ini tidak main-main, Kalau Bupatinya serius untuk menggarap kita siap untuk bantu alat pertanian dan kucurkan dana. Dana ini Triliunan makanya saya minta program ini benar-benar dijalankan dan diawasi,” tuturnya
Untuk di Sumsel, luas lahan rawa yang nantinya akan dioptimalkan seluas 200 ribu hektar. Selain itu, Kementerian Pertanian juga memberikan bantuan alat pertanian berupa Ekskavator sebanyak 22 unit dengan nilai investasi keseluruhan berkisar Rp 60 Miliar lebih
“Ya, ada 200 ribu hektar lahan rawa yang bakal dioptimalkan,” jelasnya