PALEMBANG,HS – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menilai citra tujah menujah di Sumsel telah berkurang. Hal tersebut dilihat dari nilai pertumbuhan ekonomi Sumsel yang mencapai 5.71 persen.

Menurutnya, dalam menekan citra tujah menujah tersebut, semua aparat kepolisian, TNI dan para masyarakat juga telah ikut bekerja secara baik.

“Ini adalah tugas kita bersama, seperti selalu menjaga emosi, sehingga kita tidak menjadi orang yang di bilang kepepet, karena orang nujah itu dikarenakan dia kepepet,” katanya saat usai menghadiri FGD tentang tujah apakah budaya di Aston Hotel Palembang, Kamis (06/02/2020).

Ia juga mengungkapkan, persepsi tujah menujah atau pagas yang sering di bincangian oleh sebagain orang tersebut bukanlah budaya.

“Kita rumuskan tentang tujah dan pagas ini budaya apa bukan di Sumsel, saya bisa simpulkan ini bukan budaya, tapi masalah manajemen tempramen atau emosi pribadi setiap individu,” ungkapnya.

Ia juga menghimbau, agar masyarakat Sumsel berhenti membawa senjata tajam, dan harus percaya diri serta selalu berbuat baik kepada sesama.

“Berhentilah uy bawak-bwak pisau itu, kito ni jadi wong yang percaya diri be, dan yakinlah kalau kita baik, wong akan baik jugo dengan kito,” imbaunya.

Sementara itu, Wakapolda Sumsel di wakili oleh Kabid Humas, Supriyadi menuturkan, bahwa tingkat kejahatan dengan menggunakan senjata tajam cukup tinggi, sehingga Polda Sumsel berniat menekannya dengan cara membedah bersama-sama.

Ditambahkannya, membawa senjata tajam tersebut bukanlah budaya, tapi suatu kebiasaan orang-orang tertentu untuk membawa Sajam.

“Mungkin awalnya daerah tersebut adalah hutan, dan peruntukan sajam bukan untuk membunuh orang tapi untuk menjaga diri,” ujarnya.

“Kita berharap seluruh komponen berperan aktif dalam menekan kasus sajam, dan menekan supaya tidak membawa Sajam,” tambahnya.