PALEMBANG,HS – Dalam rangkaian kunkernya ke Kabupaten Lahat, Rabu (20/2) Gubernur Sumsel Herman Deru melakukan silaturahmi sekaligus sinkronisasi program antara Pemprov Sumsel dengan Kabupaten Lahat. Pada kesempatan itu ia mengajak segenap Kepala OPD di Lahat bekerja konkret, otentik dengan bukti.
” Ini penting untuk menurunkan angka kemiskinan. Angka kemiskinan itu harus diturunkan (angkanya) bukan diturunkan (wariskan) untuk anak cucu,” tegasnya 
Untuk menekan angka kemiskinan yang masih tinggi di Sumsel dan Lahat pada khususnya dia menilai diperlukan kekompakan yang tinggi dari semua instansi baik di daerah mauoun provinsi. Termasuk juga koordinasi dengan instansi vertikal. Dengan kekompakan dan kesamaan visi dia optimis kesejahteraan masyarakat Sumsel dapat segera diwujudkan.
“Saya ingin kita semua kerja konkret, otentik dan ada bukti. Karena masyarakat Sumsel akan minta bukti itu pada saya di tingkat provinsi begitupun warga Lahat pasti nagihnya kr Bupati. Makanga apapun program yang dibuat kita sepakati bahwa muaranya adalah kesejahteraan.  Jangan ada satupun satuan kerja yang tidak mengarah pada peningkatan kesejahteraan, karena ini cara otomatis untuk menurunkan angka kemiskinan. Kalau ini gagal di suatu OPD berarti ini kegagalan pemimpinnya.  Nah saya tidak mau seperti itu,” tegasnya.
Saat ini dikatakannya Gubernur dan Bupati akan senang sekali kalau angka kemiskinan turun. 
” Sudah dak musim lagi balik dari luar kota bawa cincin. Sudah dak laku. Sekarang ini kalau Bupati atau OPDnya bisa turunkan kemiskinan Gubernur senang sekali. Kerja saja dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Selain kerja konkret,  hal lain yang menjadi kunci menurunkan angka kemiskinan adalah dengan kekompakan. Barulah setelah itu duduk bersama  breakdown poin-poin pengentasan kemiskinan.
” Selanjutnya kita fokus  infrastruktur, zero konflik  juga perlu diperhatikan dengan melibatkan FKUB,” jelasnya.
Selain itu, ia juga meminta pengembangan potensi ke khasan di daerah Lahat yang sangat kaya terus ditonjolkan. Seperti pertambangan, perkebunan kopi maupun wisata alamnya Gunung Jempol dengan dieksplore dan dikemas semenarik mungkin untuk menggaet wisatawan maupun merangsang tumbuhnya ekonomi kreatif warga setempat.
“SDA Lahat ini kaya, disini juga banyak benar IUP. Kalau IUP ini sampai mengganggu ligkungan saya minta Bupati nya untuk tutup izin itu. Untuk apa mereka cari keuntungan disini kalau tidak ada manfaat masyarakat. Mereka buat kawah-kawah (penambangan) habis itu mereka pergi. Jadi sekali lagi saya ingatkan Bupati soal itu jangan sampai nanti kita wariskan lingkungan yang rusak pada anak cucu. Saya dukung sekali Lahat ini menjadi Kabupaten Destinasi” tegasnya.
Mengenai kepemimpinan Cik Ujang yang masih hitungan hari dikatakan manfan Bupati OKUT tersebut hendaknya disikapi bijaksana oleh masyarakat maupun pejabat pembantunya di pemerintahan. Sebagai pemimpin baru dengan style kepemimpinan yang berbeda, tentunya memerlukan waktu untuk saling beradaptasi. Jangan sampai pergantian rezim membuat kebutuhan masyarakat terbengkalai.
” Kita harus sepakat Sumsel Maju untuk Semua harus diawali dengan kebersatuan dan kekompakan terutama dengan wakil bupati. Sebagai Bupati baru, adaptasi itu biasa tapi ini bisa jadi positif biar kita ada waktu  waktu menilai sesorang secara proporsional bukan karena emosional. Tapi jangan juga ini menjadi alasan ASN untuk manja,” ujarnya.