PALEMBANG,HS – Sebanyak 445  orang Jemaah Calon Haji (JCH) yang terdiri atas  356 JCH asal Kabupaten OKU Timur, 86 orang JCH asal Kota Pelembang dan 3 orang Petugas TPHD yang tergabung salam kelompok terbang (Keloter) satu, embarkasi Palembang tahun haji 1440 hijriah/ 2019, dilepas keberangkatannya menuju ke Arab Saudi  oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru di Asrama Haji Pelembang, sekitar pukul 10.00 WIB, Minggu (7/7).
Dalam sambutannya Gubernur Sumsel Herman Deru, mengajak para jemaah haji untuk bersyukur karena mendapat panggilan sehingga bisa berangkat menaikan ibadah haji di kota suci mekkah. Mengingat berangkat haji tidak semua orang bisa, telebih  ada ribuan orang yang sedang menunggu untuk naik haji. Persoalan uang tidak jaminan begitu juga kesehatan, tapi yang jelas ini dikarenakan panggilan.
“Beryukur  kita masuk bagian dari orang yang dipanggil naik haji. Banyak orang kaya tidak berangkat haji, ada orang yang tidak disangka bisa naik haji. Oleh karena itu kita patut bersyukur. Mudah-mudahan mereka yang diberangkatan haji ini betul-betul diberikan kekuatan serta kesehatan sampai kepulangan nanti dengan membawa peredikat haji yang mabrur dan maruroh,” ungkapnya.
Dia juga berharap kepada seluruh jemaah haji agar menjadi contoh teladan dari Jemaah haji lainnya dengan menunjukan tingkah laku   dan akhlak yang baik.
“Kami sangat berharap para jemaah haji Sumsel untuk dapat menjadi  teladan bagi jemaah haji lainnya. Apalagi Kita terkenal menjadi jemah haji yang tertib. Untuk itu jaga  nama baik daerah serta negara kita,” harapnya Gubernur.
Sebagai Gubernur, Herman Deru juga memingatkan jemaah untuk senantiasa  menjaga kesehatan, jangan egois serta berkonsentrasi dalam menjalankan semua prosesi wajib dan sunah dalam berhaji.
“Saya berpesan para jemaah haji untuk terus menjaga  kesehatan, perbanyak mengkomsumsi air minum, makan yang teratur, konsentrasi dalam ibadah serta jangan egois,” himbaunya.
Wakil Ketua II Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Palembang, Embarkasi Palembang, M Iqbal Alisyahbana, mengatakan, Pemprov Sumsel menganggarkan dana untuk biaya hidup masing-masing jamaah haji sebesar 236 riyal.
“Bantuan living cost bagi jamaah itu diberikan kepada mereka yang sudah berada di Asrama Haji Palembang. Seperti yang dilakukan hari ini,” ujar Iqbal seusai pelepasan 448 calon jamaah haji kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Palembang di Asrama Haji Palembang.
Dia yang juga menjabat sebagai Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Sumsel berharap, bantuan tersebut diperuntukan untuk biaya hidup jamaah haji yang sedang menjalankan ibadah selama di Tanah Suci. Menurutnya apabila jamaah membutuhkan uang lebih dari itu, mereka harus menyiapkan perbekalan sendiri.
“Pemerintah sudah menyiapkan living cost yang memang sudah diperhitungkan kecukupannya bagi jamaah selama di Tanah Suci. Itu hanya untuk jaga-jaga,” kata dia.
Dia menjelaksan, jumlah jamaah haji Embarkasi Palembang sebanyak 8.545 orang pada musim haji tahun ini. Dengan rincian 7.195 asal Sumsel, 1.255 asal Bangka Belitung, dan 95 petugas kloter. Namun, bantuan living cost tersebut hanya diberikan kepada jamaah haji asal Sumsel.
“Jadi yang mendapat bantuan living cost dari Pemprov Sumsel sebanyak 7.195 orang asal Sumsel,” ujarnya
Pihaknya juga mengimbau para jamaah haji Embarkasi Palembang untuk memelihara dan menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci.
Bukan itu saja, ia juga meminta kepada para calon jamaah haji Embarkasi Palembang, khususnya kloter pertama yang sudah bertolak ke Tanah Suci agar menjaga sopan santun dan akhlak yang mulia maupun tata pergaulan. Baik kepada sesama jamaah antar daerah maupun antar negara.
“Karena calon jamaah yang berangkat ini adalah duta-duta bangsa selama menjalankan ibadah haji, sehingga keberadaan mereka di sana adalah cerminan masyarakar dan bangsa Indonesia, khususnya Sumsel,” tutupnya