PALEMBANG,HS — Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru turut berduka atas meninggalnya WJ (14), siswa SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia, Palembang. WJ wafat setelah dirawat 6 hari dalam keadaan koma di Rumah Sakit (RS) RK Charitas, Jumat (19/7) sekitar pukul 20.00 WIB.
“Inna Lillahi wa inna ilaihi raji’un. Saya turut berduka atas kabar ini,” ujar Herman Deru saat ditemui di Griya Agung Palembang, Jumat (19/7) malam.
Ia juga mengatakan, karena besok (20/7) ada agenda pagi di Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, dirinya akan menghadiri agenda tersebut, kemudian akan ke rumah duka.
“Rencana besok setelah acara di BKB, saya akan datang ke rumah duka,” ucapnya
Terkait WJ yang diduga kuat merupakan korban penganiayaan saat masa orientasi siswa (MOS) di sekolah yang menerapkan semi militer tersebut, dia menjelaskan, jika itu benar-benar terbukti kesalahan lembaga yakni pihak SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia maka ada sanksi tegas yang bakal diberikan.
“Saya sebagai gubernur akan memberikan sanksi tegas jika dalam peristiwa ini memang kesalahan lembaga,” katanya.
“Tapi kalau peristiwa itu karena murni kesalahan oknum, tentunya kita serahkan semuanya kepada pihak kepolisian,” sambungnya