PALEMBANG,HS – Eksistensi Himpunan Pengusaha Mudah Indonesia (HIPMI) Sumsel terbilang baik. Namun ketum Himpi periode 2016-2019 yang baru terpilih empat bulan lalu, Muhammad Akbar Alfaro atau yang lebih akrab disapa Gerry merancang beragam program dan terobosan untuk mencetak pengusaha. Targetnya, setiap tahun mampu mencetak 1000 pengusaha.

Menurutnya, untuk mencetak 1000 pengusaha HIMPI Sumsel sudah punya konsep dan program sejak awal. Diantaranya, menyebarkan virus wirasuaha kepada masyarakat luas melalui seminar dan pelatihan, memberikan bantuan kredit tanpa agunan dengan bunga rendah untuk usaha pemula UKM, meningkatkan sinergi HIPMI dengan Pemerintah daerah, membuat wadah khusus dalam memberikan pembinaan bagi pengusaha pemula dan umkm,

Lanjutnya, menjadikan hipmi organisasi yg lebih memperhatikan pengusaha kecil dan penguasaha kreatif,  mengoptimalkan dan Memodernisasi organisasi HIPMI, memberdayakan dan bersinergi langsung dengan badan pengurus cabang kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan guna meningkatkan potensi dunia usaha dan daerah setempat.

“Ya, Saya sangat optimis sebab minat masyarakat, khususnya generasi muda untuk menjadi pengusaha sangat tinggi. Buktinya, usai pelantikan kemarin ada 200 proposal masuk ke HIPMI untuk mendapatkan kredit tanpa anggunan. Artinya, sangat tinggi. Tinggal dibina agar menjadi pengusaha sukses.” ujar Ketua Umum Hipmi Provinsi Sumsel Muhammad Akbar Alfaro, Kamis (23/3).

Ia juga mengatakan, pihaknya sudah mempunyai target dalam satu tahun mencetak seribu pengusaha baru, memang tak mudah untuk mewujudkannya, namun ia optimis mencapai target itu dengan program menggeber pertumbuhan pengusaha baru di Sumsel. Untuk memacu usaha baru,

pihaknya akan melakukannya dengan cara mendorong kredit tanpa agunan untuk pengusaha yang masih membutuhkan modal tambahan.

“Ya, Karena rata-rata kendalanya itu dipermodalan. Untuk itu lewat program kredit tanpa agunan ini, kita harap dapat mewujudkan dalam mencetak seribu pengusaha baru. Jadi jangan sampai batal untuk usaha,” tegasnya

Ia juga menambahkan, Selain itu, pihaknya juga tengah menjalankan Hipmi Perguruan Tinggi (PT). Itu dilakukan juga untuk memicu pengusaha di kalangan mahasiswa. Bahkan, kedepan direncanakan juga tak hanya memicu pengusaha di kalangan kampus, melainkan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada di Sumsel.

Dikatakan dia, untuk kredit tanpa agunan sendiri pihaknya sudah menjalankannya di beberapa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sudah menjadi anggota. Pelaku usaha ini pun didorong dengan pengusaha-pengusaha lain sebagai mitra, sehingga usahanya bisa berkembang.

“Bagi yang saat ini ingin bergabung untuk menjadi pengusaha, punya tekad yang kuat bisa bergabung dengan Hipmi tidak ada proses administrasi dan klasifikasi usaha yang rumit, semua bisa berwirausaha dengan bidang masing-masing asal bisa punya tekad yang kuat, dan kemauan,” tutur dia.

Dirinya juga berpesan, jangan pernah ragu untuk berwirausaha, sebab sangat menyenangkan jika gigih dilakukan. Tidak pusing dengan jadwal dan rutinitas seperti pegawai, dengan menjadi pengusaha bisa memanajemenkan diri maupun usaha yang akan digeluti.

“Terpenting adalah mau belajar dan jangan pernah ragu untuk memulai usaha,” tegasnya (MDN)