PALEMBANG,HS – Untuk Tahun 2019 Upah Minimun Provinsi (UMP) Sumsel naik menjadi Rp 2.804.453 atau 8.03 Persen. Hal ini diungkapkan langsung kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumsel, Koimudin, Rabu (24/10/2018).

Menurutnya, berdasarkan rapat bersama dengan Dewan Pengupahan Sumsel, maka telah disepakati besaran UMP untuk tahun 2019 mendatang naik Rp 208.458 menjadi Rp 2.804.453.

“kemarin sudah difinalkan bersama dewan pengupahan jika besaran UMP tahun depan naik 8,03 persen,” katanya

Ia juga mengatakan, penetapan tersebut juga sudah sesuai dengan petunjuk formula perhitungan dari Pemerintah Pusat. Salah satunya berdasarkan besaran inflasi dan Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

“Hasil perhitungan tersebut sudah kami ajukan ke Biro Hukum untuk selanjutnya diteruskan menjadi Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumsel,” ujarnya

Ia juga menambahkan, untuk SK tersebut nantinya akan menjadikan rujukan bagi pemerintah dan dewan pengupahan di kabupaten/kota dalam menentukan besaran upah di wilayah masing-masing.

“Mungkin paling lama dalam satu dua hari ini SK-nya sudah ditandatangani Gubernur,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, jika nantinya ada perusahaan atau pemberi kerja yang keberatan atas penetapan besaran upah tersebut maka bisa melampirkan surat pernyataan penangguhan upah kepada dewan pengupahan setempat. Akan tetapi, surat tersebut harus dibuktikan melalui kesepakatan bersama antara perusahaan dan pekerja.

“Hanya saja pernyataan penangguhan upah itu hanya berlaku paling lama enam bulan. Setelah itu perusahaan wajib mengikuti aturan yang sudah ditetapkan,” tutupnya